Sungguh sangat menarik perhatian tatkala melihat umat Islam melaksanakan shalat Id sampai di halaman gereja. Kisah tersebut berada di daerah Malang, Jawa Timur. Uniknya, warga Katolik juga menyediakan alas atau tikar guna memudahkan umat Islam beribadah.
Di saat sebagian orang kadang menolak ibadah umat agama lain, di Malang justru malah sebaliknya yakni mendukung dan memberi sarana. Inilah yang sebenarnya eksistensi penting dalam beragama yakni menghargai satu sama lain.
Dalam pandangan yang umum, inti semua agama pada dasarnya sama yaitu berbuat baik terhadap sesama manusia. Siapa pun yang akhlaknya baik walaupun tidak beragama sesungguhnya lebih bagus daripada beragama namun akhlaknya kurang bagus. Karena, akhlak yang bagus itulah sebenarnya yang merupakan substansi ajaran agama itu sendiri.
Agama secara etimologi berasal dari dua akar kata yaitu "a" yang berarti tidak dan "gama" yang berarti kacau. Maknanya, orang beragama sebenarnya agar tidak kacau. Dalam pandangan orang Jawa, agama itu "agem-agem" (pakaian) yang paling utama. Pakaian yang paling utama maksudnya adalah akhlak atau budi pekerti yang luhur.
Karenanya, di hari raya Idul Fitri ini, seharusnya kita merenung sejenak bahwa umat lain saja menghargai kita maka kita juga seharusnya menghargai mereka. Mereka rela menunda ibadahnya sejenak agar warga Muslim bisa melaksanakan shalat Id dengan tanpa halangan.
Semoga saja kegiatan yang seperti ini bisa ditiru atau dicontoh oleh daerah lain. Apabila ini mampu dicontoh, maka akan semakin semarak. Umat Katolik menyediakan tikar, maka umat Muslim juga harus membantu umat Katolik tatkala mereka sedang melaksanakan ibadah, terutama hari raya.
Selamat hari raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin. Taqabbal Allahu minna waminkum taqabbal ya kariim. Semoga bermanfaat.
Salatiga, 31 Maret 2025

Komentar
Posting Komentar