Kemarin, menjelang Subuh, ada suara tomprekan di dekat rumah. Saya pun mencoba mendekatnya. Setelah saya lihat, ternyata bukan tetangga saya. Mereka merupakan tetangga samping kelurahan yakni warga Ngawen yang berada di belakang rumah sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga.
Saya pun mencoba mendekatinya. Saya heran, mengapa selepas lebaran kok ada suara tomprekan layaknya membangunkan orang sahur. Mereka pun kadang bersuara sahur, sahur, sahur. Pantas saja kalau warga yang mendengar pasti bertanya di dalam hatinya.
Setelah mendekat dan bertanya, akhirnya saya mendapatkan jawaban. Intinya, warga Ngawen berduka karena ada anak SD yang tidak pulang ke rumah semenjak sore selepas asar. Karena belum pulang akhirnya orang tuanya merasa bingung.
Orang tuanya kemudian melapor kepada RT setempat. Intinya, ada anak SD yang hilang. Setelah ditelisik kejadiannya, konon anak tersebut dibawa makhluk gaib. Konon, anak yang hilang harus dijemput dengan menggunakan bambu yang dibunyikan sambil keliling kampung.
Zaman sekarang mungkin saja kejadian tersebut boleh dikatakan aneh. Dikatakan aneh karena rumah penduduk sudah sedemikian padat. Zaman sekarang tentunya sudah maju. Bagi generasi milenial, mungkin akan menyebutnya dengan istilah mitos, tahayyul dan sebutan lain sejenisnya.
Dunia gaib itu sebenarnya ada, namun juga tidak ada. Ia dikatakan ada karena memang telah diciptakan oleh Tuhan. Ia dikatakan tidak ada karena manusia sendiri tidak bisa melihatnya. Hanya orang-orang tertentu yang bisa melihatnya yaitu orang-orang yang memang diberi kelebihan oleh Tuhan.
Dalam pandangan yang umum, alam gaib itu tidak bisa dilihat namun bisa dirasakan. Tuhan memberikan manusia berupa bulu rambut yang berada di tangan. Ketika ada alam gaib yang lewat, biasanya manusia akan merinding. Dari merinding itulah akhirnya bisa dibaca bahwa ada sesuatu yang baru saja lewat.
Kejadian ini mungkin saja menyiratkan pada kita bahwa Tuhan ingin memberikan penjelasan bahwa dunia gaib itu ada. Tuhan ingin memberikan kabar bahwa manusia tidak boleh sombong kepada siapa pun. Termasuk juga kepada makhluk yang berada di samping kita yang itu kita tidak bisa melihatnya.
Hikmah dari kejadian ini sederhananya adalah bahwa kita harus berhati-hati dalam berucap dan bertingkah laku. Kita harus selalu ingat dan waspada. Mengingat akan kuasa Tuhan serta selalu waspada dalam segala hal. Bisa jadi apa yang kita lakukan adalah hal biasa, namun tanpa kita sadari telah mengganggu ketentraman dunia gaib. Intinya kita harus berhati-hati. Semoga bermanfaat.
Salatiga, 29 April 2024
Komentar
Posting Komentar