Menjamurnya warung Madura yang ada di Salatiga setidaknya membawa dampak positif dan negatif bagi warga masyarakat. Dampak positifnya adalah sangat membantu warga masyarakat dalam berbelanja. Sedangkan dampak negatifnya adalah akan sangat berpengaruh terhadap toko kelontong lokal yang ada di dalam masyarakat.
Indomaret dan Alfamart saja sudah secara kasat mata berpengaruh terhadap toko kelontong yang ada di masyarakat. Ditambah lagi warung Madura, maka akan semakin membahayakan bagi toko kelontong lokal.
Memang, orang Madura mempunyai cara yang cerdas dalam mengelabuhi pembeli. Mereka menggunakan cara yang jitu yaitu harga barang yang dijual agak murah. Misalnya saja bensin harganya 12.000, maka warung Madura berani menjual 11.000. Rokok harganya per batang 2.500, orang Madura masih berani menjual dengan harga 2.000.
Kalau dicermati secara mendalam, memang isinya tidak penuh. Misalnya saja harga setengah kilo gula pasir 7.000, orang Madura berani menjual 6.000. Kalau ada yang protes dengan masalah takaran, mereka menjawabnya dengan jawaban per bungkus, bukan per kilo atau per setengah kilo.
Bagi kaum Hawa, keberadaan warung Madura tentu sangat membantu. Kaum Hawa biasanya memilih harga yang murah. Jangankan selisih seribu, selisih seratus rupiah saja kadang menjadi perdebatan dengan tetangganya yang kadang tak kunjung usai. Kaum Hawa, meski tidak semuanya, memang senangnya seperti itu.
Bagi kaum Adam yang suka begadang tentunya juga akan sangat terbantu dengan keberadaan warung Madura. Warung Madura buka selama 24 jam. Siapa yang mau membeli mie instan di malam hari maka bisa membelinya di warung Madura.
Warung Madura memang tak kenal lelah. Dari pagi sampai sore, misalnya, yang jaga adalah istrinya. Sementara dari sore sampai pagi yang jaga adalah suaminya. Kadang juga anaknya. Setelah saya bertanya, ternyata juga sering gonta-ganti karyawan. Pertanyaannya, mengapa sering ganti karyawan? Apakah mereka tidak mampu karena harus berjaga selama 24 jam? Semoga bermanfaat.
Salatiga, 8 Mei 2024
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar