Masyarakat sudah memahami kepemimpinan Presiden Jokowi. Sejak menjabat walikota Surakarta, beliau sering blusukan. Ketika menjabat gubernur DKI Jakarta, beliau juga sama yakni blusukan ke kampung-kampung. Blusukan seakan-akan telah menjadi ciri khas beliau.
Bila melihat sejarah, beliau bukan merupakan alumni perpolitikan. Beliau alumni Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta. Bayangkan, alumni kehutanan ternyata cerdas dalam berpolitik. Gayanya santai, namun mampu menarik simpati kepada warga masyarakat.
Kita bandingkan dengan Ganjar, misalnya. Mantan gubernur Jawa Tengah ini memang lulusan FISIP UI Jakarta. Dilihat dari rekam keilmuan, maka Ganjar sebenarnya lebih unggul. Ketika praktik di lapangan, Ganjar ternyata kalah. Ganjar malah mendapatkan rangking terakhir dalam penghitungan sementara Pemilu 2024.
Sekalipun mungkin agak melenceng aturan, namun Jokowi tetap unggul. Pembagian beras secara mendadak menjelang Pemilu, ternyata mampu membuat warga masyarakat terkesima. Masyarakat bawah pada umumnya merasa senang dibagikan beras dan berharap program tersebut masih berlanjut.
Tour ke berbagai kota menjelang Pemilu secara intensif juga menjadi cara tersendiri bagi beliau. Cara tersebut ternyata cukup sukses. Setiap ada kunjungan presiden, ternyata beliau selalu disambut meriah oleh warga masyarakat.
Puan Maharani dan Bambang Pacul sebenarnya juga merasa khawatir. Setiap ada kunjungan kerja presiden di Jawa Tengah, beberapa hari setelahnya mereka berdua langsung menyusulnya. Mereka ingin memastikan agar Jawa Tengah tetap menjadi kandang banteng. Kenyataannya, strategi Presiden Jokowi ternyata cukup cerdas.
Gibran yang dicalonkan menjadi wakil presiden, merupakan taktik cerdas beliau. Generasi milenial pada umumnya memilih Gibran. Gibran dirasa merupakan orang yang tepat untuk meraup suara anak muda. Ketika selesai mencoblos, hasilnya ternyata sangat memuaskan.
Meski pencalonan Gibran dianggap melanggar aturan, namun ternyata tidak berpengaruh. Warga masyarakat masih saja senang dengan Prabowo-Gibran. Dimana-mana, suara terbanyak pada umumnya dimenangkan oleh pasangan nomor dua tersebut.
Artinya, warga masyarakat Indonesia sebagian besar masih menginginkan keberlanjutan program Presiden Jokowi. Program yang digagas beliau dianggap mampu menyenangkan hati rakyat, utamanya rakyat kecil. Masyarakat Indonesia kompak dengan satu kata singkat, LANJUTKAN!
Salatiga, 18 Februari 2024
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar