Gambar di atas adalah produk saya sendiri. Bukan bermaksud pamer. Umpama ada yang menganggap pamer, juga tidak masalah. Hal itu merupakan sesuatu yang lumrah dalam kehidupan.
Saya menanam pohon tersebut pada bulan Oktober 2023. Artinya, pohon tersebut sudah berumur enam bulan sejak dari menanam. Kala itu saya bermodalkan uang tidak banyak. Hanya bermodalkan uang seratus ribu rupiah saya bisa membeli dan akhirnya menanam pohon tersebut di tepi jalan raya.
Saat saya menanam, banyak yang mengira bahwa saya adalah pegawai dari Dinas Lingkungan Hidup. Mereka ternyata salah. Saya hanya manusia biasa yang memang mencintai lingkungan.
Mungkin hal itu sangat sepele. Namun dampaknya tentu akan sangat bagus bagi lingkungan sekitarnya. Lima tahun ke depan, mungkin kawasan Argomulyo akan semakin asri seperti sedia kala.
Alasan saya menanam sebenarnya sangat sederhana, karena pemerintah kurang tepat dalam membangun trotoar. Entah itu alasan mengirit biaya, korupsi, atau demi kemaslahatan pihak terkait, saya kurang tahu. Intinya, bahwa penghijauan itu sangat penting.
Gambar itu berada di wilayah Pendem, Ledok, Argomulyo, Salatiga. Bagi warga masyarakat, keberadaan trotoar baru sebenarnya sangat bagus. Hanya saja, pembangunan trotoar tersebut kurang pas dan kurang adil. Dikatakan kurang pas karena tidak dilengkapi dengan penghijauan. Dikatakan kurang adil karena tidak sama dengan yang ada di kota.
Di tengah kota, misalnya, pembangunan trotoar biasanya dilengkapi dengan pohon penghijauan. Kanan dan kiri jalan terlihat asri karena rindangnya akan pohon tersebut. Pula, di tengah kota yang namanya trotoar biasanya dibangun menggunakan bahan dasar keramik.
Di Argomulyo, pembangunan tersebut ternyata tidak sama dengan di kota. Di sini pembangunannya sangat minim. Bahan baku hanya dari batako yang itu tidak dilengkapi perekat. Pinggir trotoar juga tidak diberi tanaman atau bibit pohon.
Saat musim panas, warga akhirnya bisa merasakan bahwa Argomulyo sekarang panas. Saat ini sedang sering hujan jadi tidak begitu terasa. Ketika musim panas datang, nanti warga akan merasakan panas yang asli karena tanpa dilengkapi dengan pohon sebagai peneduh kehidupan.
Mungkin, apa yang saya lakukan sebenarnya sangat sederhana. Namun, dampaknya akan sangat terasa manakala sudah lima atau sepuluh tahun mendatang. Bisa jadi, warga akan merasakan keasrian Argomulyo seperti yang dulu. Semoga bermanfaat.
Salatiga, 24 April 2024

Komentar
Posting Komentar