Pada Idul Fitri kali ini, alhamdulillah saya bisa pulang ke kampung halaman di daerah Bandar Kabupaten Batang. Alhamdulillah, setelah lima tahun tak pulang karena corona dan mempunyai bayi kecil, kali ini bisa pulang. Saya pun bertemu banyak teman sewaktu kecil hingga teman sekolah. Semuanya berkumpul dan bernostalgia.
Dalam acara pertemuan reuni alumni SMK Nusantara Batang, saya ternyata mendapatkan ilmu yang tidak sengaja. Ilmu tersebut bisa dikatakan cukup aneh karena ilmu gaib yang tak terlihat oleh mata. Semua orang belum tentu mempercayainya.
Seorang teman yang sedang bekerja di pabrik ternyata mempunyai hutang yang sangat banyak. Ia bekerja di PT Primatexco, Kandeman Batang. Perusahaan ini memproduksi kain yang selanjutnya akan dibuat menjadi baju dan lain sejenisnya.
Karena hutangnya banyak, ia akhirnya mencoba jalan pintas. Ia menemui seorang juru kunci menuju alam gaib Pantai Utara. Ia pun akhirnya juga mengikuti ritual yang dianjurkan oleh juru kunci tersebut.
Setelah berpuasa beberapa hari, ia akhirnya diajak pergi ke tepi Pantai Sigandu Batang. Walaupun malam hari, ia tetap bersemangat. Menurut ceritanya, kerajaan laut rasanya sangat bahagia karena akan kedatangan pengikut baru.
Dalam pertemuan dengan juru kunci dan perwakilan alam gaib, ia akhirnya diberitahu bahwa harus memberikan tumbal terlebih dahulu. Tumbal tersebut berupa anaknya gadis yang masih cantik. Mendapat tawaran tersebut, teman saya akhirnya membatalkannya. Ia akhirnya membatalkan perjanjian dengan dunia gaib.
Dalam pandangan yang normal, seorang bapak tak mungkin rela mengorbankan nyawa anaknya. Kalau ada, mungkin orang tua tersebut tidak normal. Mata hati yang gelap akan harta kadang bisa membutakan segalanya. Jalan pintas pun dilakoni demi menginginkan harta yang sangat banyak.
Cerita tentang pesugihan sebenarnya bukan hal yang asing dalam telinga masyarkat. Sejak dulu telah ada. Sampai sekarang pun masih tetap ada. Konon, menurut teman, zaman sekarang jumlahnya lebih banyak.
Cerita tentang Gunung Lawu, Gunung Kemukus, Pantai Selatan dan lain sebagainya tentang pesugihan sebenarnya bukan hal yang baru. Cerita itu sudah turun-temurun. Cerita tersebut sangat sulit dihilangkan. Meski begitu, ada juga yang tidak percaya karena dunia seperti itu tidak bisa dilihat oleh mata.
Teman saya akhirnya mengucapkan istigfar. Setelah itu ia akhirnya pulang ke rumah. Ia akhirnya menangis dan melaksanakan shalat taubat. Dalam ceritanya, ia meminta maaf kepada Tuhan dan berpasrah diri kepada-Nya. Ia juga berdoa agar segera dilunasi hutangnya.
Meski begitu, ternyata juga tidak langsung sembuh. Perjanjian dengan dunia gaib ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan tatkala membatalkannya. Walau sudah dibatalkan, ia ternyata masih sering didatangi ular gaib.
Ia tidak menyerah. Selepas shalat, ia selalu membaca istigfar sebanyak-banyaknya. Ia meminta kepada Tuhan agar aman dan dijauhkan dari gangguan dunia gaib yang masih sering berseliweran. Ia pun saat ini akhirnya sudah kembali pada jalan yang benar. Semoga bermanfaat.
Batang, 17 April 2024
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar