Bagi warga Argomulyo, mungkin tidak asing mendengar nama kampung Bulu. Kampung ini berada tidak jauh dari kantor Kecamatan Argomulyo. Masuk dalam Kelurahan Tegalrejo dan dekat dengan SMA N 2 Salatiga serta SMP N 6 Salatiga.
Ketika sedang jum'atan, saya akhirnya tertarik untuk bertanya dengan Linmas yang sudah sepuh ini. Namanya adalah Mbah Bayan. Nama aslinya saya kurang begitu tahu. Maklum, namanya juga sudah tua. Beliau sudah agak kurang normal pendengarannya.
Usianya 85 tahun. Bombastis. Usia yang sudah tidak muda lagi. Namun dari itu, beliau masih selalu siap. Ketika ada jum'atan, beliau langsung bergegas, memakai seragam Linmas dan kemudian mengatur lalu lintas orang yang sedang melaksanakan ibadah shalat Jum'at.
Uniknya, Mbah Bayan ternyata beragama Kristen. Beliau tidak pandang bulu. Baginya, yang penting bisa memberi kemaslahatan untuk umat. Apapun agamanya, kata Mbah Bayan yang penting bisa berbuat baik terhadap sesama manusia.
Seragamnya hijau. Lengkap dengan sepatu, rompi serta peluit. Padahal seragam Linmas yang baru berwarna abu-abu, mirip seperti polisi. Beliau sudah tidak mendapatkan jatah seragam yang baru karena usianya yang sudah tua. Sekarang, estafet kelinmasan diserahkan kepada anaknya.
Artinya, meski sudah tidak terdaftar, beliau masih semangat mengatur jalan raya ketika ada orang melaksanakan shalat Jum'at. Dari situ sudah terlihat bahwa beliau ikhlas berjuang untuk rakyat. Beliau dengan sukarela melakukan seperti ini meski tidak mendapatkan gaji.
Bila melihat yang lain, tampaknya agak aneh. Pada umumnya shalat jum'at tidak ada Linmas yang jaga. Umpama ada, paling jamaah masjid yang juga ikut jum'atan. Dan biasanya berada di tepi jalan raya besar. Kalau di perkampungan biasanya tidak ada.
Dari secuil kisah ini sesungguhnya kita dapat belajar dari Mbah Bayan akan nilai toleransi, keikhlasan serta kegigihan. Mbah Bayan tidak pandang bulu. Mbah Bayan juga ikhlas serta tetap bersemangat meski dalam berjalan sudah agak sesak nafas.
Kiranya Mbah Bayan dapat menjadi contoh yang muda. Mbah Bayan juga bisa menjadi contoh lain agama. Yang muda seharusnya semangat. Tidak boleh lesu dan tidak boleh gampang menyerah. Semoga bermanfaat.
Salatiga, 29 Januari 2024

Komentar
Posting Komentar