Dalam menghadapi persiapan pemilu, setiap partai tentunya mempunyai strategi yang cerdas. Cara-cara yang cerdas itulah yang nantinya akan membawa kesuksesan. Tanpa strategi yang cerdas, tak menutup kemungkinan partai yang didukung akan terpuruk bahkan kalah.
Selama dua periode memimpin pemerintahan, saya perhatikan bahwa PDIP mempunyai taktik yang jitu untuk memenangkan pilpres. Kita lihat saja misalnya pilpres tahun 2014. PDIP mencalonkan Joko Widodo sebagai presiden. Sementara wakilnya, Jusuf Kalla, meski dari partai kuning namun sesungguhnya berasal dari NU tulen.
NU ditengarai sebagai basis ormas keislaman dengan pengikut terbanyak. Konon, pengikut NU merupakan yang paling banyak di dunia. Tak heran, keterlibatan NU selalu dibutuhkan banyak pihak.
NU dengan nilai kulturalnya yang khas, masih tetap bersikukuh mempertahankan ajaran budaya yang ada. NU mempunyai simbol berkeislaman dan berkebudayaan. Artinya, ya Islam, ya juga mempertahankan budaya yang luhur.
Kecerdasan PDIP dalam berpolitik ternyata masih tetap dilanjutkan. Pada tahun 2019, Presiden Jokowi juga menggandeng orang NU yakni KH. Ma'ruf Amin. Meski terlihat pendiam, namun Kyai Ma'ruf Amin merupakan simbol NU. Pada tahun tersebut ternyata sukses kembali. Presiden Jokowi akhirnya dilantik lagi menjadi presiden. Beliau memimpin negeri ini selama dua periode.
Tidak sampai di situ, pada tahun 2024 nanti PDIP juga menggandeng orang NU. Ganjar Pranowo maju sebagai calon presiden. Sementara Mahfud MD maju sebagai calon wakil presiden.
Ganjar melambangkan orang tulen dari internal PDIP. Sedangkan Mahfud MD melambangkan dan mewakili dari internal komunitas NU. Mahfud juga mantan anggota DPR dari PKB, yang mana partai tersebut identik dengan orang-orang NU.
Siapa saja yang akan menjadi presiden kita harus ikhlas menerimanya. Mereka juga harus siap menang dan kalah. Yang menang harus bersyukur. Yang kalah juga harus siap menerima kekalahannya.
Bagi saya, internal PDIP itu merupakan orang-orang yang cerdas. NU dijadikan media untuk menarik perhatian publik.
Internal Nasdem dan PKS ternyata juga menirunya. Anies Baswedan akhirnya menggandeng Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden. Anies mungkin berpikiran sama dengan elit PDIP bahwa NU lah yang mempunyai basis pengikut terbanyak.
Muhaimin melambangkan warga NU kultural. Ia juga masih menjabat sebagai ketua umum PKB. Ia juga masih saudara dengan Gus Dur.
Siapa yang akan jadi presiden? Kita lihat saja nanti hasilnya! Selamat berkontestasi di ajang pemilu 2024. Semoga bermanfaat.
Salatiga, 5 Desember 2023
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar