Memperbincangkan banyak ayam yang mati secara mendadak, saya jadi teringat ketika masih berada di kampung halaman. Dulu, sewaktu SMP, pekerjaan sampingan saya adalah beternak ayam. Ayamku cukup banyak, sekitar 50-an ekor.
Orang tuaku kaget. Bagaimana tidak? Ayam yang awal mulanya hanya satu ekor, akhirnya beranak-pinak menjadi sebanyak itu. Uniknya lagi ayam tersebut awal mulanya nemu di sungai.
Saya waktu itu mandi di sungai pada waktu sore hari. Menjelang pulang, ternyata hujan. Saat hujan itulah saya menemukan ayam yang sedang "pasrah" bersama lajunya air. Ayam tersebut kemudian saya bawa pulang.
Ayam itu kemudian saya taruh di dalam kandang. Itupun kandang meminjam tetangga. Saya berpikir, siapa tau nanti ada dari tetangga sebelah yang mencari ayamnya yang hilang. Setelah satu minggu saya kurung, ternyata tidak ada yang mencarinya.
Saya berpikir, bahwa mendapatkan rezeki dari Tuhan. Ayam tersebut saya rawat dan kemudian menjadi sangat banyak. Saya pun agak kuwalahan dalam memberi makan karena semakin banyak ayam maka semakin banyak pula dalam membeli bekatul.
Suatu waktu ayamku banyak yang mati mendadak. Tetanggaku pun juga sama. Dalam istilah warga kampung, biasa menyebutnya dengan istilah pageblug. Mungkin mirip seperti corona. Hanya saja corona lebih menyerang manusia.
Dalam setahun, tidak dapat dipungkiri pasti ada penyakit tersebut. Banyak ayam yang mati secara mendadak. Sampai-sampai ada ayam yang tidak bergerak ketika sedang mengerami telur. Saya curiga. Ayam tersebut kemudian saya angkat, eh ternyata sudah meninggal. Matanya masih terbuka namun ternyata nyawanya sudah tiada.
Ayamku tinggal sedikit karena banyak yang mati. Saya pun bingung waktu itu. Tiba-tiba ada seorang teman tetangga desa yang memberikan sebuah resep. Ia berpesan, agar setiap seminggu sekali merebus daun sirih. Air daun sirih ditunggu sampai tidak panas, setelah itu disiramkan kepada kandang ayam, terutama bagian yang dekat dengan kotoran.
Pesan tersebut saya jalankan. Alhamdulillah banyak jodohnya. Perlahan ayamku menjadi bertambah banyak lagi. Dulu hampir putus asa, kemudian akhirnya bangkit lagi. Dulu hampir punah, akhirnya semakin bertambah banyak.
Itulah secuil manfaat daun sirih. Selain bisa menjadi obat gatal, ternyata juga bisa menjadi penangkal, menjadi obat antibiotik untuk ayam. Siapa saja boleh mencoba resep ini. Semoga memberikan banyak manfaat kepada khalayak luas.
Salatiga, 15 Januari 2024
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar