Walikota Salatiga selama dua periode, Bapak Yulianto akhirnya mencalonkan diri sebagai calon DPRD Kota Salatiga, dapil 1 Sidomukti. Beliau nyalon dari partai Gerindra. Beliau juga menempati urutan yang pertama.
Yang saya tahu, dulu beliau dari partai Golkar. Seiring perkembangan zaman ternyata berganti haluan. Sebelum lengser dari walikota beliau akhirnya berhijrah menjadi partai yang berlambang garuda.
Wakilnya, Pak Haris, juga mencalonkan diri sebagai calon DPR RI dapil 1 yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal dan Kota Salatiga. Padahal telah santer beredar kabar kalau beliau akan maju mencalonkan diri sebagai walikota. Karena satu dan lain hal akhirnya batal.
Dulu saya pernah membaca berita online bahwa Pak Yulianto tidak akan mencalonkan diri lagi. Beliau merasa sudah tua. Beliau berkata bahwa akan fokus di rumah mengurusi keluarga. Beliau akan menjadi sesepuh di rumah barunya.
Seiring perkembangan zaman ternyata berbeda pikiran. Beliau nyalon lagi, dari walikota menjadi calon DPR. Miris, memang. Namun itulah kenyataannya.
Apa yang saya tulis hanya merupakan contoh kecil yang ada di negeri ini. Di luar sana mungkin tidak banyak berbeda. Ketagihan menjabat sebagai kepala daerah atau DPR merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari.
Saya tidak tahu mengapa mereka ketagihan menjabat. Apakah mempunyai jabatan itu enak? Mungkin saja iya. Dari contoh kecil ini sudah bisa dilihat. Semoga bermanfaat.
Salatiga, 9 Januari 2024

Komentar
Posting Komentar