Bila melihat anggota dewan, tampaknya ada yang perlu diperbarui. Semua warga masyarakat sesungguhnya membutuhkan dewan. Akan tetapi, bila melihat rekam jejaknya, kadang tidak sesuai.
Anggota dewan ibarat wakil rakyat. Mereka lah yang bisa menjadi perantara untuk menyalurkan aspirasi rakyat. Tanpa mereka, tentunya aspirasi yang disampaikan rakyat tidak bisa disampaikan kepada bupati, gubernur atau pun presiden.
Mereka ibarat sebilah bambu yang digunakan untuk memetik buah mangga. Tanpa bambu mungkin saja tetap bisa diunduh akan tetapi agak sulit. Lain halnya bila kita menggunakan bambu, pasti lebih mudah. Sekalipun pohon mangga itu besar, apabila kita menggunakan sebilah bambu tentu akan menjadi mudah.
Pencalonan anggota dewan hendaknya menggunakan syarat yang baku. Calon anggota dewan yang tidak memenuhi syarat hendaknya jangan diloloskan. Akan tetapi, bila melihat lingkungan sekitar, syarat menjadi seorang DPR ternyata tidak terlalu sulit. Yang penting mempunyai uang banyak misalnya, maka akan dengan mudah menjadi seorang anggota dewan.
Calon anggota dewan yang tidak lulus sarjana hendaknya jangan diloloskan. Sampai sekarang, lulusan SMA ternyata masih dibolehkan. Disisi lain syarat tersebut mungkin terlalu berat. Tetapi, dengan yang berat tersebut tentu akan sedikit menyulitkan orang yang akan mencalonkan diri. Hingga pada urutannya yang nyalon pun dapat dibendung alias tidak membludak.
Lulusan SMA misalnya, yang tidak bisa apa-apa, sudah banyak yang menjadi anggota dewan. Pengalaman yang masih minim kadang sudah menjadi orang penting yakni anggota dewan. Bukankah sesuatu itu kalau dipegang oleh orang yang bukan ahlinya malah akan menghancurkan semuanya?
Komentar
Posting Komentar