Memperhatikan kasus Sambo yang tak kunjung usai, membuat saya berpikir, bagaimana citra Polri ke depan?
Awal mula kasus Sambo sebenarnya hampir mau aman. Oleh karena banyak kejanggalan, Presiden Jokowi akhirnya memerintahkan agar kasus Sambo dibuka secara transparan. Hal ini tak lain demi kebaikan institusi Polri itu sendiri.
Setelah Barada Eliezer menceritakan yang sebenarnya, Sambo pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka utama. Sambo pun tak bisa berkutik.
Kasus tersebut akhirnya berbuntut panjang. Banyak oknum polisi yang sudah dipecat dengan tidak hormat. Mungkin baru kali ini institusi Polri berani memecat anggotanya secara agak besar-besaran.
Pertanyaannya, akankah Polri berani melanggengkan kisah yang seperti ini, yakni memecat anggotanya yang melanggar kode etik?
Hukum Mati Sambo
Disadari atau tidak, hukum di Indonesia masih berpihak pada kaum elit. Siapa yang berduit akan menang. Begitu pula sebaliknya. Istilah yang paling populer adalah "tajam ke bawah, tumpul ke atas".
Sambo bisa jadi kasusnya akan aman karena ia seorang jenderal. Meski masih jenderal berbintang dua (irjen), sambo ibarat sudah jenderal berbintang lima. Ia laksana mempunyai kerajaan sendiri di dalam internal Polri. Ia ibarat "polisinya polisi" karena kala itu menjabat sebagai Kadiv Propam.
Sekalipun Sambo diancam hukuman mati karena terbukti melakukan pembunuhan berencana, bisa saja ia akan aman. Ia mempunyai jaringan yang luas. Harta kekayaannya juga sudah tidak diragukan lagi. Dengan bermodalkan uang yang banyak, apabila pihak terkait mau menerima uang suap dari Sambo, maka ia akan aman.
Bagi saya, Sambo harus dihukum mati. Sekalipun itu terlihat kejam, misalnya, namun itu demi kebaikan citra Polri itu sendiri. Bila itu mampu dilakukan, maka citra Polri paling tidak akan tetap berwibawa dalam pandangan masyarakat.
Selain itu, juga untuk memberi pelajaran kepada generasi Polri ke depan. Mungkin saja akan ada kisah yang sama yakni seorang jenderal membunuh bawahannya, lalu yang dijadikan kambing hitam adalah bawahannya juga. Apabila Sambo dihukum mati, kemungkinan akan memberikan efek jera kepada generasi Polri mendatang. Semoga bermanfaat.
Salatiga, 14 September 2022
*keterangan : artikel ini sebelumnya tayang di website gurusiana.id
Komentar
Posting Komentar