Setiap penduduk pada umumnya menginginkan keamanan dan kenyamanan di wilayahnya masing-masing. Tanpa kenyamanan, hidup ini jelas kurang begitu indah. Perkampungan yang terlalu bising, misalnya, biasanya banyak yang tidak betah. Tidak mengherankan kalau banyak orang kota berpindah ke desa gara-gara mencari sebuah ketenangan.
Belakangan ini, kepolisian melakukan razia besar-besaran untuk mengamankan sepeda motor. Dan itu hampir terjadi di seantero Nusantara. Yang menjadi incaran utama adalah knalpot brong. Knalpot brong ini jelas meresahkan warga masyarakat karena suaranya yang terlalu keras.
Akan tetapi bila melihat kasus ini, tampaknya sedikit janggal. Giliran toko sepeda motor menjual knalpot brong tidak ada larangan. Giliran sudah dibeli atau dipakai warga masyarakat, akhirnya disita dengan seenaknya saja. Apakah semua ini karena uang telah berbicara?
Tidak dapat dipungkiri, kasus suap menyuap masih tumbuh subur di negeri ini. Institusi kepolisian pada bulan Oktober tahun kemarin mendapatkan predikat yang kurang baik dari masyarakat. Oknum kepolisian masih banyak yang bertindak arogan dalam mengatasi dan melayani masyarakat. Ditambah lagi kasus di daerah Wadas Purworejo, membuat warga masyarakat semakin trauma melihat institusi kepolisian.
Jangankan toko yang "melenceng", yang "lurus" saja kadang harus setor setiap bulan kepada oknum-oknum tertentu. Toko yang setor ibarat membayar pajak bulanan sebagai uang keamanan.
Apabila tidak setor, tidak masalah, namun mereka jelas tidak aman. Warung yang "melenceng" namun tidak setor bulanan sebenarnya tinggal menghitung hari saja. Pada saatnya nanti mereka akan ditangkap dan diangkut ke dalam sel.
Basmi Pabrik Knalpot Brong
Kepolisian sebenarnya bisa saja menghilangkan knalpot brong di negeri ini yaitu dengan cara membasmi pabrik knalpot yang tidak mematuhi peraturan. Namun, institusi kepolisian tidak berani melakukan yang seperti itu. Ibarat mengunci rumah, namun jendela masih dibuka dengan lebar yang berarti melakukan pekerjaan yang sia-sia.
Apabila pabrik atau perusahaan knalpot brong masih beroperasi, sama saja menabur garam di lautan. Yang kaya menjadi semakin kaya karena mereka mempunyai uang. Sementara warga menengah ke bawah, harus menangis karena belum lama membeli knalpot kemudian disita oleh aparat.
Inilah hukum kapitalisme yang sejak dulu dan sampai sekarang masih tetap berlanjut. Yang punya duit akan semakin bertambah duitnya. Sementara rakyat kecil yang harus menjadi korban. Semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar