Setelah selesai makan soto di tepi jalan raya, sambil menghabiskan minuman teh pahit, saya kemudian merokok. Tatkala sedang merokok, tiba-tiba ada seorang tukang parkir yang juga sedang istirahat. Tukang parkir itu akhirnya juga merokok di samping saya sambil ngopi.
Di warung soto tersebut, tukang parkirnya berjumlah dua orang. Ketika sedang sepi pembeli, tukang parkir tersebut kadang bergantian: yang satu menata sepeda motor sedangkan yang satunya lagi istirahat. Kalau pengunjungnya ramai, mereka berdua biasanya bekerja semua.
Dalam perbincangan yang sederhana itu saya kemudian menanyakan berapa setoran setiap harinya kepada Dinas Perhubungan setempat. Mereka harus setor kepada Dinas Perhubungan karena seragam mereka memang dari instansi tersebut.
"Setiap hari saya harus setor kepada Dinas Perhubungan 80 ribu dan 'Preman Berseragam' 12,5 ribu," ungkapnya sambil menghisap rokok.
Saya kemudian berpikir, bahwa "preman berseragam" ternyata juga minta jatah. Ketika saya bertanya lagi guna apa uang tersebut, ternyata ia menjawab bahwa uang tersebut digunakan sebagai keamanan wilayah. Kalau tidak dikasih, suatu saat kalau terjadi apa-apa oknum "preman berseragam" tidak mau mengurusi.
Saya juga membayangkan, andaikan satu petugas parkir harus setor 12,5 ribu per hari kepada oknum "preman berseragam", maka berapa yang mereka dapatkan dari sepuluh petugas parkir? Padahal, di kota kecil seperti Salatiga ini ada ratusan petugas parkir yang setiap hari mengatur lalu lintas, baik di tepi jalan raya, warung makan dan lain sebagainya.
"Apakah oknum TNI juga minta jatah tiap bulannya?" tanya saya.
"Tidak. Oknum TNI tidak ada yang minta jatah. Preman kampung juga tidak ada yang minta. Saya hanya setor kepada Dinas Perhubungan dan oknum "preman berseragam" setiap hari. Salut buat TNI," sambungnya sambil menghisap sebatang rokok.
Memang pada dasarnya mereka mengamankan namun harus setor setiap hari. Ada juga yang setornya setiap bulan. Kalau tidak setor, sekali lagi, mereka tidak ikut mengamankan.
Begitulah kehidupan premanisme di negeri ini. Instansi pemerintah yang seharusnya mengayomi masyarakat namun ternyata malah minta jatah kepada masyarakat sebagai uang keamanan. Salam.
Salatiga, 12 Desember 2021
Komentar
Posting Komentar