Yang namanya duit hilang sampai sekarang kadang masih terjadi. Entah itu dicuri tuyul beneran ataupun tuyul "kepala hitam", namun keberadaan tuyul tersebut jelas meresahkan pemilik rumah. Kadang uangnya disimpan di dalam lemari, ketika mau digunakan untuk belanja ternyata sudah tidak ada.
Atas dasar berbagai macam masalah mengenai uang yang hilang, warga masyarakat akhirnya menitipkan uangnya di bank. Ada yang menitipkan uang di bank milik pemerintah dan ada pula yang menitipkannya di bank swasta.
Namun demikian, keberadaan bank tersebut jumlahnya semakin bertambah banyak. Baik bank milik pemerintah maupun swasta jumlahnya selalu meningkat dari waktu ke waktu. Semua itu tidak lain disebabkan karena jumlah penggunanya semakin bertambah banyak. Orang mau menjadi pengusaha besar biasanya harus hutang dahulu kepada bank.
Adanya bank yang tidak dapat dibendung keberadaannya, ternyata membuka peluang bagi orang yang ingin berbuat jahat. Kalau dulu kejahatan bank masih minim, kini ternyata sudah berbanding seratus delapan puluh derajat.
Sekitar satu bulan yang lalu, warga Salatiga digegerkan dengan keberadaan bank swasta (koperasi) yang menghilang begitu saja. Semua nasabah mau mengambil uangnya. Ketika bertanya pada salah seorang tetangga, menurutnya kantor bank tersebut sudah pindah. Ketika ditanya lebih dalam dimana alamat kantor barunya, ternyata ia tidak tahu.
Begitulah dunia perbankan swasta. Bank swasta seperti KJKS, BMT, Kospin dan lain sejenisnya cenderung lebih rentan terhadap penipuan. Istilah kantor pindah namun dengan alamat yang tidak jelas menandakan bahwa bank tersebut adalah mau menghilang meninggalkan warga.
Kasus penipuan di perbankan sebenarnya bukan kali pertama ini saja. Saya sudah sering mendengarkannya dari warga masyarakat. Ada yang disuruh menabung setiap hari dua ribu rupiah, misalnya, guna membeli parsel lebaran. Ketika sudah mau lebaran, ternyata pemilik bank tersebut kabur. Kelihatannya sederhana hanya dua ribu rupiah. Bila dalam satu pasar tradisional mau menabung, jelas akan ada nilainya.
Mengapa menabung di bank swasta tidak aman? Karena tidak dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Beda halnya kalau kita menabung di bank milik pemerintah, seperti BRI, BNI dan lain sebagainya. Umpama kita menabung, jelas uangnya lebih aman. Umpama ada pegawai yang nakal, misalnya, jelas lebih mudah dideteksi keberadaannya.
Untuk itu, menabunglah di bank milik pemerintah! Jangan menabung di bank swasta. Menabung di bank milik pemerintah jauh lebih aman daripada bank swasta. Semoga bermanfaat.
Salatiga, 1 Desember 2021
Komentar
Posting Komentar