Sampai saat ini, disadari atau tidak generasi milenial lebih senang membaca internet daripada sebuah buku. Belajar melalui internet ditengarai lebih mudah dan menarik. Apapun ada di dalam google.
Belajar melalui internet tidak memerlukan perjuangan yang begitu tinggi. Yang penting ada kuota internet atau WiFi, maka segala yang kita butuhkan muncul di layar kaca. Hal ini secara tidak langsung membuat generasi zaman sekarang mencintai yang praktis. Generasi zaman sekarang cenderung kurang mencintai sebuah proses yang terjal.
Lain halnya jika kita membaca buku, jurnal, atau koran. Buku memang terkesan tebal, panjang dan harus membaca secara cermat ketika kita mau mencari referensi. Membaca buku pun membutuhkan waktu yang lebih lama bila kita sedang mencari referensi bacaan.
Namun demikian, dari yang membutuhkan waktu lebih lama inilah yang membuat kita menjadi semakin bijak. Setiap buku, artikel jurnal, majalah dan koran yang akan terbit harus melalui seorang editor. Kecil kemungkinannya buku tersebut membuat pemikiran menjadi kacau bagi para pembaca.
Beda halnya dengan artikel yang muncul di internet. Artikel tersebut kadang muncul seenaknya. Dalam artikel tersebut juga tidak ada tim editornya, sehingga siapa yang tidak hati-hati bisa jadi artikel yang kita baca malah akan menjerumuskan kita sendiri.
Ketika kita melihat google, misalnya, akan sangat mudah kita jumpai artikel yang berseliweran. Artikel tersebut kadang ada yang bagus dan ada pula yang buruk. Semuanya ada. Dari cara membuat makanan hingga merakit bom.
Kalau kita membaca artikel yang bagus tentunya tidak masalah. Misalnya kita membaca artikel tentang sejarah Indonesia. Semuanya dengan mudah kita jumpai melalui HP yang ada di genggaman tangan.
Akan tetapi, bila kita membaca artikel yang kurang bagus, tentu akan sangat berbahaya. Misalnya kita membaca artikel cara merakit dan kemudian mengebom negara. Bagi orang yang sudah berumur tentunya tidak terlalu berbahaya. Yang mengkhawatirkan adalah ketika artikel tersebut dibaca oleh anak yang belum berumur karena mereka senang mempraktikkan apa yang telah dilihat atau dibaca.
Maka dari itu, bacalah buku yang asli. Membaca buku dari internet sebenarnya juga bisa, hanya saja terbatas. Tidak semua buku bisa didownload. Hanya sebagian kecil saja yang sudah berani memberikan buku dalam bentuk pdf secara gratis. Kalau semua buku dapat didownload misalnya, pihak penerbit dan penulis jelas akan rugi.
Bacalah buku yang asli! Meskipun mungkin harganya lebih mahal, akan tetapi membaca buku yang asli tidak terlalu berbahaya terhadap mata kita. Membaca buku yang asli resikonya juga lebih kecil bila dibandingkan dengan membaca buku yang lewat internet. Salam.
Salatiga, 15 Desember 2021
Komentar
Posting Komentar