Vaksinasi masal merupakan program pemerintah yang sangat bagus. Vaksinasi sebenarnya bukan mencegah virus Corona, hanya saja berfungsi untuk meningkatkan imun tubuh. Siapa yang sudah divaksin ditengarai lebih sehat dan sulit terkena virus Corona.
Semua instansi pemerintah berlomba-lomba untuk mengadakan vaksinasi masal. Perguruan tinggi, Rumah Sakit, Puskesmas, Polres, Kodim dan juga sekolahan mengadakan program vaksinasi. Siapa yang mau bersekolah setingkat SMP dan SMA diusahakan harus sudah divaksin terlebih dahulu. Sementara untuk anak SD belum ada anjuran untuk melakukan kegiatan vaksinasi.
Namun demikian, selama ini jarang ada yang menyindir atau memprotes kegiatan vaksinasi masal tersebut. Orang berdesak-desakan di kantor desa, misalnya, tidak masalah yang penting mau vaksin. Mereka rela antre demi mengikuti kegiatan vaksinasi yang dicanangkan pemerintah.
Kebetulan ini bulan mulud, bulan di mana baginda Rasul dilahirkan. Sebagian besar warga masyarakat Muslim mengadakan kegiatan dalam rangka memperingati maulid nabi Muhammad. Ada yang mengadakan acara pengajian ceramah, membaca sholawat dziba' di musholla dan masjid dan kegiatan sejenisnya. Intinya, mereka merayakan dan memperingati hari kelahiran nabi Muhammad SAW.
Dalam perayaan maulid yang diundur oleh pemerintah ini, saya jadi berpikir, mengapa tanggal merah itu diundur? Mengapa yang seharusnya libur hari Selasa akhirnya menjadi hari Rabu?
Pengunduran tanggal merah sebenarnya bukan kali ini saja. Alasan pemerintah satu, agar warga tidak berkerumun dalam jumlah yang banyak. Berkerumun dalam jumlah yang banyak ditengarai lebih mudah menyebabkan virus Corona mudah menyebar.
Namun dari itu, warga masyarakat kadang dibuat bingung dengan semua ini. Giliran vaksin masal yang jumlahnya mencapai ribuan orang, tidak ada yang mengkritik. Sementara perayaan maulid nabi yang sebenarnya indah mengapa harus diundur? Apakah ini adalah "bisnis terselubung" untuk meminggirkan kaum beragama?
Semoga virus Corona segera hilang. Corona hilang akan berakibat positif terhadap segala aspek. Perayaan maulid nabi akan tidak diundur seperti sebelumnya. Sekolah pun akan masuk seperti sedia kala. Warga masyarakat pun tentunya akan menjadi bahagia. Semoga.
Salatiga, 21 Oktober 2021
Komentar
Posting Komentar