Langsung ke konten utama

Mengurangi Makan

image : inews.id 

"Dulu waktu masih SMA aku kepengen makan sate kambing namun jarang keturutan. Sekarang ketika usiaku sudah kepala lima aku malah takut makan daging kambing karena kolesterol di dalam tubuh yang cukup tinggi," ungkap seseorang kepada saya. 

Coba simak ucapan sederhana di atas! Ungkapan tersebut saya peroleh ketika selesai acara tahlilan. Ialah Pak Muhammad, seorang kepala sekolah yang usianya hampir enam puluh tahun. Artinya, beliau hampir pensiun dari tugasnya menjadi seorang guru di sekolah. 

Beliau merupakan alumni Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Sekarang SPG sudah dibubarkan oleh pemerintah. Bila disamakan zaman sekarang, SPG merupakan sekolah menengah kejuruan setingkat SMA yang fokus mencetak calon guru. 

Bila mau survei ke lapangan, tampaknya jumlah orang yang gemuk jumlahnya lebih banyak daripada yang kurus. Mengapa? Zaman sekarang yang namanya makan itu jarang yang kekurangan. Orang makan zaman sekarang lebih mudah bila dibandingkan dengan 50-an tahun yang lalu. 

Sebagai guyonan, orang yang banyak memiliki hutang di bank saja masih banyak yang gemuk. Artinya, meskipun kepalanya pusing dalam membayar setoran tiap bulan ternyata tidak mempengaruhi dalam pertumbuhan tubuhnya. Tubuh semakin hari menjadi semakin besar atau gemuk. 

Bila mau menengok ke rumah sakit, misalnya, tampaknya sudah jarang mendengarkan pasien yang sakit gara-gara kekurangan makanan. Sebagian besar pasien yang sakit disebabkan karena terlalu banyak makanan yang masuk ke dalam tubuh yang mungkin kurang diimbangi dengan olah raga yang cukup. Selain itu, makanan zaman sekarang juga cenderung lebih banyak mengandung bahan pengawet sehingga menyebabkan orang menjadi lebih mudah terkena penyakit. 

Sebagai contoh kecil adalah ketika kita makan nasi. Nasi tersebut sudah banyak mengandung kalori. Di warung makan, yang namanya orang baru saja makan biasanya minum teh manis. Nasi sudah banyak mengandung gula, ditambah lagi minum yang manis akhirnya menyebabkan berbagai macam penyakit seperti gula dan lain sejenisnya. Tidak mengherankan kalau jumlah masyarakat yang mengidap penyakit gula jumlahnya cenderung bertambah dari waktu ke waktu. 

Singkatnya, yang masih berhati-hati dalam masalah makan dan minum saja masih banyak yang menderita penyakit yang tidak diinginkan, maka apalagi kalau kita makan dan minum secara bebas? Agar dapat meminimalisir berbagai macam penyakit yang tidak diinginkan, maka mulai dari sekarang kita harus menjaga pola makan kita. Lebih bagus lagi apabila ditambah dengan olah raga yang cukup. 

Bagi orang yang senang menjalankan kesunahan (Islam), tidak lupa untuk melaksanakan puasa sunah. Dalam puasa itu sesungguhnya banyak sekali manfaatnya, terutama untuk kesehatan. Siapa yang sering puasa tubuhnya cenderung lebih sehat. Semoga kita dijauhkan dari berbagai macam penyakit kronis. Salam. 

Salatiga, 25 September 2021

Komentar

Artikel Populer

Internet dan Budaya Srawung

sumber gambar: hipwee.com Gambar di atas merupakan contoh bagaimana yang seharusnya kita lakukan saat ini. Selain degradasi moral yang semakin menurun, sikap individualisme di dalam masyarakat tampaknya juga sudah semakin meningkat. Kalau dulu sikap seperti itu banyak dilakukan oleh orang kota, saat ini orang desa sudah banyak yang terkontaminasi. Sehingga jangan kaget umpama melihat orang desa yang sudah mulai sedikit tidak memperhatikan tetangga sekitarnya.  Saya melihat gambar seperti di atas sudah sekitar tiga kali. Dan itu semua berada di wilayah Kabupaten Semarang. Pertama di daerah Kec. Banyubiru, Pabelan dan terakhir Tuntang. Oleh karena saya ketika pergi kadang tidak membawa HP, sehingga belum sempat memotret gambar tersebut. Tidak masalah, melalui dunia maya juga sudah cukup banyak gambarnya. Dan gambar di dalam tulisan ini merupakan salah satu contohnya.  Salah satu yang menjadi faktor penyebab meredupnya budaya srawung adalah dunia maya. Dunia may...

Komentar Ilmiah

Belum lama ini, blog pribadi saya dikunci oleh akun blogger . Saya pun tidak bisa membukanya. Saya kemudian membuka alamat email. Di dalam email tersebut saya mendapat email resmi dari blogger mengenai "kesalahan" dalam menggunakan blog. Tulisan saya dianggap terlalu membuat kontroversi.  Saya pun kemudian mengirimkan email kembali kepada blogger bagaimana cara agar blog saya bisa dibuka. Tidak lama kemudian blogger mengirimkan balasan email. Intinya, agar apa yang saya tulis tidak mengandung konten-konten yang sekiranya menimbulkan keresahan di dalam masyarakat.  Saya pun berterima kasih kepada blogger. Semua ada hikmahnya. Barangkali ini adalah teguran agar saya berhati-hati dalam menulis. Menulis tetap menulis, yang penting jangan terlalu membuat resah, kontroversial atau yang sekiranya membuat gaduh di dalam masyarakat.  Namun demikian, saya kadang bertanya-tanya di dalam hati. Dalam email tersebut ternyata ada seorang pembaca yang melaporkan kepada blogger mengenai t...

Saparan: Antara Orang Kaya dan Miskin

Beberapa waktu yang lalu, saya mengunjungi acara saparan di Desa Tajuk Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Pengunjungnya sangat banyak. Para pedagang juga banyak yang berlalu-lalang, ikut meramaikan acara tersebut sembari mencari uang.  Jika melihat acara saparan , paling tidak di sana terdapat beberapa kesenian daerah. Ada kuda lumping, karnaval desa, bersih desa dan lain sebagainya. Bila uangnya warga masyarakat memungkinkan, biasanya menyelenggarakan wayang kulit. Bila uangnya dalam jumlah sedikit, biasanya hanya menyelenggarakan kuda lumping atau reog lokal. Yang jelas, tradisi saparan harus tetap dijaga. Jika tidak dijaga, maka bisa jadi sejarah akan hilang. Sejarah hanya akan menjadi dongeng belaka. Sejarah akan menjadi hilang oleh karena tidak ada bekas atau tidak ada jejak fisiknya. Jika mencermati acara saparan , maka di sana antara orang miskin dan orang kaya tidak ada bedanya. Semuanya setara. Semuanya mengeluarkan makanan, yang kemudian dimakan oleh para...

Gila Disebabkan HP

sumber gambar: detiknews.com Melihat realitas zaman sekarang, yang namanya HP tentunya sudah menjadi kebutuhan. Siapa yang tidak mempunyai HP, kadang akan ketinggalan. Misalnya informasi sebuah RT, sudah cukup banyak yang menggunakan WA. Sehingga siapa yang tidak memilikinya maka akan  ketinggalan informasi.  Namun dari itu, penggunaan HP yang tidak digunakan sebagaimana mestinya tentu akan berakibat kurang baik. Yang dihati-hati saja kadang masih berakibat kurang baik, maka apalagi kalau kita tidak berhati-hati? Sadar atau tidak, bisa jadi HP adalah salah satu media yang digunakan oleh asing untuk menjajah bangsa ini.  Bila mencermati lingkungan, tampaknya anak kecil yang sering memukuli orang tuanya semakin hari semakin bertambah banyak. Hal yang seperti itu tampaknya sudah bukan merupakan hal yang tabu. Mengapa hal itu dapat terjadi? Salah satunya disebabkan karena HP android, utamanya yang berbasis  game   online .  Anak kecil zaman da...

Tradisi Mencari Batu di Sungai

sumber gambar : pixabay.com Dulu, sewaktu masih SD, saya sering diajak almarhum Bapak ke sungai. Sekembalinya dari sungai, saya disuruh membawa sebuah batu hitam yang kemudian dibawa ke rumah. Sedangkan Bapak, kadang membawa satu ember pasir, kadang pula membawa sebuah batu.  Kegiatan tersebut merupakan sesuatu yang lazim, yang biasa dilakukan oleh warga masyarakat. Oleh karena sudah lazim, maka menjalankannya terasa tidak begitu berat. Selain itu, antara tetangga yang satu dan lainnya pun tidak mempunyai rasa malu. Prinsip mereka hanya satu, yakni mencari pasir atau batu kali.  Saya sejak kecil sebenarnya sudah paham bahwa apa yang dilakukan oleh warga masyarakat sesungguhnya ingin membuat rumah yang terbuat dari semen dan batu kali. Maklum, ketika itu sebagian besar masyarakat masih menggunakan kayu sebagai bahan utama. Sementara untuk bagian lantai masih beralaskan tanah.  Dulu yang namanya rumah kayu merupakan hal yang biasa. Biaya pemb...