Salah satu hal yang tidak boleh ditinggalkan dalam kehidupan ini adalah tolong-menolong. Manusia adalah makhluk sosial, yang tentu membutuhkan bantuan dari orang lain. Tidak akan mungkin manusia hidup di dunia ini tanpa bantuan dari pihak lain. Bila ada yang mengatakan bahwa manusia itu bisa hidup sendiri, boleh dikatakan orang tersebut adalah kurang waras.
Gereja Katolik Santo Paulus Miki yang ada di Kota Salatiga adalah salah satu contoh gereja yang dapat dijadikan contoh. Meski bukan Islam, namun setiap sore selama bulan Ramadhan mereka rela berbagi makanan kepada manusia yang lewat di depan gereja. Entah itu beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, mereka tidak mempermasalahkan hal itu. Yang mereka pikirkan adalah yang penting dapat berbagi terhadap sesama.
Sebatas yang saya tahu, semua agama pada dasarnya mengajarkan dan menganjurkan untuk berpuasa. Hanya saja, agama lain dalam hal puasa tidak terlalu lama. Islam boleh dikatakan yang paling berat di antara agama lainnya karena ada puasa Ramadhan selama satu bulan.
Oleh karena negara ini sebagian besar beragama Islam, maka ketika umat Islam melaksanakan puasa Ramadhan agama lain banyak yang mengetahuinya. Sebaliknya, ketika lain agama sedang berpuasa, banyak umat Islam yang tidak mengetahuinya.
Dari sini sesungguhnya umat Islam dapat belajar dari gereja di atas. Mereka rela berbagi kepada sesama menjelang waktu Maghrib. Hal ini menandakan bahwa mereka menghargai umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.
Dari sini pula umat Islam seharusnya belajar kepada mereka. Umat Islam seharusnya banyak bertanya, kapan mereka melaksanakan puasa. Sehingga pada urutannya umat Islam pun dapat berbagi kepada mereka pada khususnya dan warga masyarakat pada umumnya. Salam.
Salatiga, 16 April 2021

Komentar
Posting Komentar