Langsung ke konten utama

Sadar Diri Sadar Posisi

gambar : dokumentasi pribadi

Bila menengok sejarah pembubaran FPI, pemerintah daerah seharusnya tegas dalam mengambil keputusan. FPI dibubarkan gara-gara mempunyai rekaman yang cukup kelam. FPI dianggap sebagai ormas yang seakan-akan paling berkuasa. Dalam memasang baliho, misalnya, FPI tidak izin kepada pemerintah daerah. Memasang balihonya pun tidak pada tempatnya. Sehingga secara otomatis akan mengganggu keindahan pemandangan kota. 

Gambar di atas adalah contoh mengkritik pemerintah daerah namun juga tidak mendidik. Ini jangan dicontoh! Seorang Ketua DPC PDIP seharusnya memberi contoh yang baik dalam mengkritik pemerintah daerah; memasang baliho pada tempat yang telah disediakan, misalnya. 

Gambar itu berada di tepi Pasar Rejosari (warga masyarakat biasa menyebutnya pasar sapi). Sedangkan Pasar Rejosari sendiri tepat berada di perempatan jalur besar; ke Selatan arah Solo, utara arah Semarang, barat arah Magelang dan timur arah Kota Salatiga itu sendiri. Sehingga gambar tersebut jelas akan mengganggu pemandangan kota. Tengah kota yang seharusnya pemandangannya indah akhirnya menjadi sedikit tercemar gara-gara ada oknum yang memasang baliho tidak pada tempatnya. 

Dalam gambar itu ia memakai kaca mata. Dalam pandangan saya, gambar orang yang memakai kacamata menandakan bahwa ia "kurang laki-laki", kurang pemberani dan ada sesuatu yang disembunyikan di dalam dirinya. Gambar tersebut juga gambar kartun. Dalam pandangan saya, itu berarti ia adalah orang yang buram, tidak berani menampakkan siapa dirinya yang sesungguhnya. Foto dalam gambar tersebut juga menyerong dan tidak seperti Tan Malaka yang berdiri tegap. Artinya, ia mengkambinghitamkan orang lain dalam rangka mengkritik pemerintah daerah. 

Lihatlah contoh calon kepala daerah atau yang sekarang sedang menjabat kepala daerah! Biasanya, foto tersebut adalah asli dan bukan kartun. Meskipun di dalam spanduk atau baliho, foto tersebut biasanya asli dan tanpa tedeng aling-aling. Ini artinya bahwa foto tersebut menandakan keterbukaan, siap dikritik, siap diterawang oleh para psikolog dan lain sebagainya. 

Mengkritisi pemerintah daerah atau bahkan pemerintah pusat itu sebenarnya boleh-boleh saja dan tidak ada larangan. Ini negara demokrasi. Namun perlu diingat, mengkritik pemerintah juga harus dengan nilai kesopanan. Memasang baliho pada tempatnya adalah salah satu contohnya. Membayar pajak baliho juga akan semakin bagus karena akan meningkatkan pendapatan daerah. 

Bayangkan, andaikan mengkritik pemerintah namun tidak sesuai aturan yang berlaku, apa yang terjadi? Justru akan menjadi racun. Warga masyarakat bukan akan membelanya namun malah akan menghujatnya karena ia telah memberikan contoh yang kurang baik kepada publik. Salam. 

Salatiga, 25 Maret 2021


Komentar

Artikel Populer

Internet dan Budaya Srawung

sumber gambar: hipwee.com Gambar di atas merupakan contoh bagaimana yang seharusnya kita lakukan saat ini. Selain degradasi moral yang semakin menurun, sikap individualisme di dalam masyarakat tampaknya juga sudah semakin meningkat. Kalau dulu sikap seperti itu banyak dilakukan oleh orang kota, saat ini orang desa sudah banyak yang terkontaminasi. Sehingga jangan kaget umpama melihat orang desa yang sudah mulai sedikit tidak memperhatikan tetangga sekitarnya.  Saya melihat gambar seperti di atas sudah sekitar tiga kali. Dan itu semua berada di wilayah Kabupaten Semarang. Pertama di daerah Kec. Banyubiru, Pabelan dan terakhir Tuntang. Oleh karena saya ketika pergi kadang tidak membawa HP, sehingga belum sempat memotret gambar tersebut. Tidak masalah, melalui dunia maya juga sudah cukup banyak gambarnya. Dan gambar di dalam tulisan ini merupakan salah satu contohnya.  Salah satu yang menjadi faktor penyebab meredupnya budaya srawung adalah dunia maya. Dunia may...

Komentar Ilmiah

Belum lama ini, blog pribadi saya dikunci oleh akun blogger . Saya pun tidak bisa membukanya. Saya kemudian membuka alamat email. Di dalam email tersebut saya mendapat email resmi dari blogger mengenai "kesalahan" dalam menggunakan blog. Tulisan saya dianggap terlalu membuat kontroversi.  Saya pun kemudian mengirimkan email kembali kepada blogger bagaimana cara agar blog saya bisa dibuka. Tidak lama kemudian blogger mengirimkan balasan email. Intinya, agar apa yang saya tulis tidak mengandung konten-konten yang sekiranya menimbulkan keresahan di dalam masyarakat.  Saya pun berterima kasih kepada blogger. Semua ada hikmahnya. Barangkali ini adalah teguran agar saya berhati-hati dalam menulis. Menulis tetap menulis, yang penting jangan terlalu membuat resah, kontroversial atau yang sekiranya membuat gaduh di dalam masyarakat.  Namun demikian, saya kadang bertanya-tanya di dalam hati. Dalam email tersebut ternyata ada seorang pembaca yang melaporkan kepada blogger mengenai t...

Saparan: Antara Orang Kaya dan Miskin

Beberapa waktu yang lalu, saya mengunjungi acara saparan di Desa Tajuk Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Pengunjungnya sangat banyak. Para pedagang juga banyak yang berlalu-lalang, ikut meramaikan acara tersebut sembari mencari uang.  Jika melihat acara saparan , paling tidak di sana terdapat beberapa kesenian daerah. Ada kuda lumping, karnaval desa, bersih desa dan lain sebagainya. Bila uangnya warga masyarakat memungkinkan, biasanya menyelenggarakan wayang kulit. Bila uangnya dalam jumlah sedikit, biasanya hanya menyelenggarakan kuda lumping atau reog lokal. Yang jelas, tradisi saparan harus tetap dijaga. Jika tidak dijaga, maka bisa jadi sejarah akan hilang. Sejarah hanya akan menjadi dongeng belaka. Sejarah akan menjadi hilang oleh karena tidak ada bekas atau tidak ada jejak fisiknya. Jika mencermati acara saparan , maka di sana antara orang miskin dan orang kaya tidak ada bedanya. Semuanya setara. Semuanya mengeluarkan makanan, yang kemudian dimakan oleh para...

Gila Disebabkan HP

sumber gambar: detiknews.com Melihat realitas zaman sekarang, yang namanya HP tentunya sudah menjadi kebutuhan. Siapa yang tidak mempunyai HP, kadang akan ketinggalan. Misalnya informasi sebuah RT, sudah cukup banyak yang menggunakan WA. Sehingga siapa yang tidak memilikinya maka akan  ketinggalan informasi.  Namun dari itu, penggunaan HP yang tidak digunakan sebagaimana mestinya tentu akan berakibat kurang baik. Yang dihati-hati saja kadang masih berakibat kurang baik, maka apalagi kalau kita tidak berhati-hati? Sadar atau tidak, bisa jadi HP adalah salah satu media yang digunakan oleh asing untuk menjajah bangsa ini.  Bila mencermati lingkungan, tampaknya anak kecil yang sering memukuli orang tuanya semakin hari semakin bertambah banyak. Hal yang seperti itu tampaknya sudah bukan merupakan hal yang tabu. Mengapa hal itu dapat terjadi? Salah satunya disebabkan karena HP android, utamanya yang berbasis  game   online .  Anak kecil zaman da...

Tradisi Mencari Batu di Sungai

sumber gambar : pixabay.com Dulu, sewaktu masih SD, saya sering diajak almarhum Bapak ke sungai. Sekembalinya dari sungai, saya disuruh membawa sebuah batu hitam yang kemudian dibawa ke rumah. Sedangkan Bapak, kadang membawa satu ember pasir, kadang pula membawa sebuah batu.  Kegiatan tersebut merupakan sesuatu yang lazim, yang biasa dilakukan oleh warga masyarakat. Oleh karena sudah lazim, maka menjalankannya terasa tidak begitu berat. Selain itu, antara tetangga yang satu dan lainnya pun tidak mempunyai rasa malu. Prinsip mereka hanya satu, yakni mencari pasir atau batu kali.  Saya sejak kecil sebenarnya sudah paham bahwa apa yang dilakukan oleh warga masyarakat sesungguhnya ingin membuat rumah yang terbuat dari semen dan batu kali. Maklum, ketika itu sebagian besar masyarakat masih menggunakan kayu sebagai bahan utama. Sementara untuk bagian lantai masih beralaskan tanah.  Dulu yang namanya rumah kayu merupakan hal yang biasa. Biaya pemb...