Langsung ke konten utama

Meneladani Kebijakan LP Ma'arif

sumber gambar : ayosekolah.com

Mengikuti seleksi CPNS adalah idaman sebagian penduduk. Buktinya, setiap pemerintah membuka lowongan, maka berapa juta orang yang mau mengikutinya. Mereka siap berkompetisi untuk bersaing, mengadu nasib dan berharap sukses dalam seleksi tersebut. 

Selain gajinya yang mengalir setiap bulan, juga mendapatkan tunjangan kerja sesuai dengan profesionalitas kinerja dan lama bekerja. Selain itu, juga mendapatkan dana pensiun, yang meskipun sudah purna-tugas namun masih tetap memperoleh gaji dari pemerintah. Inilah salah satu indikator mengapa warga masyarakat Indonesia banyak yang ingin menjadi PNS. 


Namun dari itu, tidak semua sekolah memperbolehkan guru yang bekerja mengikuti seleksi CPNS, utamanya sekolah swasta. Sedangkan untuk sekolah negeri yang berada di bawah naungan pemerintah, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pun tidak ada ada larangan. Mereka bebas mengikuti seleksi CPNS, asalkan sesuai dengan syarat yang dikeluarkan pemerintah. 


Sebatas penelusuran yang saya tahu, sekolah Islam yang berbentuk terpadu (SDIT) sebagian melarang guru dan karyawan yang bekerja untuk mengikuti seleksi CPNS. Alasan yayasan tersebut mengikuti CPNS sama dengan terjun di dalam dunia pemerintahan. Terjun di dalam dunia pemerintahan seakan-akan hukumnya "haram". Dan kita tahu, dalam Islam yang haram adalah sesuatu yang harus kita hindari. 


Adalagi sekolah dasar Islam "plus" yang melarang para guru dan karyawan untuk mengikuti seleksi CPNS. Guru di sekolah tersebut digaji mahal, melebihi UMK. Harapannya agar kehidupannya terjamin dan tidak mengikuti seleksi CPNS. Siapa yang ketahuan mendaftar CPNS secara diam-diam, maka secara otomatis akan dikeluarkan dari sekolah tersebut. 


Sementara untuk sekolah umum yang berciri khas Islam (madrasah)--utamanya yang berada di bawah yayasan NU--tidak ada masalah. Semua guru dan karyawan yang bekerja di sana tidak ada larangan untuk mengikuti seleksi CPNS. Yayasan pun tidak berani melarangnya. Setiap ada pembukaan CPNS, semua boleh berkompetisi selama memenuhi syarat yang berlaku. 


Inilah peran penting lembaga pendidikan Islam milik organisasi yang terbesar di Indonesia. Di saat organisasi lain sebagian melarang, organisasi ini justru mendorong, mendukung dan men-support-nya. Kepala yayasan dan kepala sekolah sepenuhnya paham bahwa mengikuti seleksi CPNS adalah impian hampir setiap guru. Melarang orang untuk ikut tes CPNS sama artinya dengan "menghambat" kebahagiaan seseorang untuk hidup mulia. 


Organisasi atau Yayasan lain pada umumnya dan juga Yayasan Islam pada khususnya seharusnya mengikuti lembaga pendidikan milik Ma'arif NU dalam hal perekrutan CPNS, yakni membolehkan kepada siapa saja yang ingin mengikutinya. Memperbolehkan untuk mengikuti seleksi CPNS sama artinya dengan membuka keadilan selebar-lebarnya. Salam. 


Salatiga, 10 Desember 2020

Komentar

Artikel Populer

Internet dan Budaya Srawung

sumber gambar: hipwee.com Gambar di atas merupakan contoh bagaimana yang seharusnya kita lakukan saat ini. Selain degradasi moral yang semakin menurun, sikap individualisme di dalam masyarakat tampaknya juga sudah semakin meningkat. Kalau dulu sikap seperti itu banyak dilakukan oleh orang kota, saat ini orang desa sudah banyak yang terkontaminasi. Sehingga jangan kaget umpama melihat orang desa yang sudah mulai sedikit tidak memperhatikan tetangga sekitarnya.  Saya melihat gambar seperti di atas sudah sekitar tiga kali. Dan itu semua berada di wilayah Kabupaten Semarang. Pertama di daerah Kec. Banyubiru, Pabelan dan terakhir Tuntang. Oleh karena saya ketika pergi kadang tidak membawa HP, sehingga belum sempat memotret gambar tersebut. Tidak masalah, melalui dunia maya juga sudah cukup banyak gambarnya. Dan gambar di dalam tulisan ini merupakan salah satu contohnya.  Salah satu yang menjadi faktor penyebab meredupnya budaya srawung adalah dunia maya. Dunia may...

Komentar Ilmiah

Belum lama ini, blog pribadi saya dikunci oleh akun blogger . Saya pun tidak bisa membukanya. Saya kemudian membuka alamat email. Di dalam email tersebut saya mendapat email resmi dari blogger mengenai "kesalahan" dalam menggunakan blog. Tulisan saya dianggap terlalu membuat kontroversi.  Saya pun kemudian mengirimkan email kembali kepada blogger bagaimana cara agar blog saya bisa dibuka. Tidak lama kemudian blogger mengirimkan balasan email. Intinya, agar apa yang saya tulis tidak mengandung konten-konten yang sekiranya menimbulkan keresahan di dalam masyarakat.  Saya pun berterima kasih kepada blogger. Semua ada hikmahnya. Barangkali ini adalah teguran agar saya berhati-hati dalam menulis. Menulis tetap menulis, yang penting jangan terlalu membuat resah, kontroversial atau yang sekiranya membuat gaduh di dalam masyarakat.  Namun demikian, saya kadang bertanya-tanya di dalam hati. Dalam email tersebut ternyata ada seorang pembaca yang melaporkan kepada blogger mengenai t...

Saparan: Antara Orang Kaya dan Miskin

Beberapa waktu yang lalu, saya mengunjungi acara saparan di Desa Tajuk Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Pengunjungnya sangat banyak. Para pedagang juga banyak yang berlalu-lalang, ikut meramaikan acara tersebut sembari mencari uang.  Jika melihat acara saparan , paling tidak di sana terdapat beberapa kesenian daerah. Ada kuda lumping, karnaval desa, bersih desa dan lain sebagainya. Bila uangnya warga masyarakat memungkinkan, biasanya menyelenggarakan wayang kulit. Bila uangnya dalam jumlah sedikit, biasanya hanya menyelenggarakan kuda lumping atau reog lokal. Yang jelas, tradisi saparan harus tetap dijaga. Jika tidak dijaga, maka bisa jadi sejarah akan hilang. Sejarah hanya akan menjadi dongeng belaka. Sejarah akan menjadi hilang oleh karena tidak ada bekas atau tidak ada jejak fisiknya. Jika mencermati acara saparan , maka di sana antara orang miskin dan orang kaya tidak ada bedanya. Semuanya setara. Semuanya mengeluarkan makanan, yang kemudian dimakan oleh para...

Gila Disebabkan HP

sumber gambar: detiknews.com Melihat realitas zaman sekarang, yang namanya HP tentunya sudah menjadi kebutuhan. Siapa yang tidak mempunyai HP, kadang akan ketinggalan. Misalnya informasi sebuah RT, sudah cukup banyak yang menggunakan WA. Sehingga siapa yang tidak memilikinya maka akan  ketinggalan informasi.  Namun dari itu, penggunaan HP yang tidak digunakan sebagaimana mestinya tentu akan berakibat kurang baik. Yang dihati-hati saja kadang masih berakibat kurang baik, maka apalagi kalau kita tidak berhati-hati? Sadar atau tidak, bisa jadi HP adalah salah satu media yang digunakan oleh asing untuk menjajah bangsa ini.  Bila mencermati lingkungan, tampaknya anak kecil yang sering memukuli orang tuanya semakin hari semakin bertambah banyak. Hal yang seperti itu tampaknya sudah bukan merupakan hal yang tabu. Mengapa hal itu dapat terjadi? Salah satunya disebabkan karena HP android, utamanya yang berbasis  game   online .  Anak kecil zaman da...

Tradisi Mencari Batu di Sungai

sumber gambar : pixabay.com Dulu, sewaktu masih SD, saya sering diajak almarhum Bapak ke sungai. Sekembalinya dari sungai, saya disuruh membawa sebuah batu hitam yang kemudian dibawa ke rumah. Sedangkan Bapak, kadang membawa satu ember pasir, kadang pula membawa sebuah batu.  Kegiatan tersebut merupakan sesuatu yang lazim, yang biasa dilakukan oleh warga masyarakat. Oleh karena sudah lazim, maka menjalankannya terasa tidak begitu berat. Selain itu, antara tetangga yang satu dan lainnya pun tidak mempunyai rasa malu. Prinsip mereka hanya satu, yakni mencari pasir atau batu kali.  Saya sejak kecil sebenarnya sudah paham bahwa apa yang dilakukan oleh warga masyarakat sesungguhnya ingin membuat rumah yang terbuat dari semen dan batu kali. Maklum, ketika itu sebagian besar masyarakat masih menggunakan kayu sebagai bahan utama. Sementara untuk bagian lantai masih beralaskan tanah.  Dulu yang namanya rumah kayu merupakan hal yang biasa. Biaya pemb...