![]() |
| sumber gambar: hipwee.com |
Melihat dan mencermati para orang tua zaman sekarang, tampaknya sudah sangat-sangat berbeda. Dulu umpama ada anak yang dimarahi gurunya di sekolah, kemudian anak lapor pada orang tuanya, maka orang tua malah akan semakin menyalahkan anaknya. Orang tua berpikir, ketika anaknya dimarahi oleh gurunya, berarti anak tersebut memang telah melakukan kesalahan.
Zaman sekarang ternyata sudah berubah. Umpama ada anak yang melaporkan pada orang tuanya oleh karena telah dicubit guru misalnya, orang tua akan membela anaknya. Orang tuanya biasanya akan menyalahkan gurunya di sekolah. Dengan kata lain, meski tidak semuanya, anak-anak zaman sekarang terlalu dimanjakan oleh orang tuanya. Di hadapan orang tua anak selalu benar.
Bahkan kalau melihat televisi, misalnya, saya sendiri kadang merasa bingung. Ada anak dimarahi gurunya di sekolah, esok harinya orang tua dari peserta didik tersebut datang ke sekolah, menemui guru yang bersangkutan sambil membawa parang. Selain membawa parang, di hadapan guru kadang berkata yang kasar, yang tidak semestinya diucapkan. Seorang guru dipermalukan di hadapan para peserta didiknya.
Ironis memang. Kalau memang tidak mampu mengikuti aturan dari guru di sekolah, mending belajar di rumah saja. Orang tuanya disuruh untuk mengajari pelajaran di rumahnya sendiri. Dalam pandangan yang umum, ketika seorang guru memarahi anak didiknya, biasanya ada penyebabnya.
Saya sendiri dari lubuk hati yang terdalam lebih setuju dengan sistem para orang tua terdahulu. Umpama anak berbuat salah, ya harus disalahkan. Kalau tidak keberatan, malah harus diberi hukuman yang itu bersifat untuk mendidik. Jangan malah memuji atau terlalu memanjakan anaknya.
Mendidik anak dengan cara dimanja, selalu dibenarkan dan lain seterusnya, akan membuat anak menjadi kurang tahan banting, kurang kreatif dan inovatif dan lain sebagainya. Sementara mendidik anak dengan sistem penuh ketegasan, akan membuat anak tahan banting, memunculkan kreativitas, banyak ide dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, siapa yang anaknya ingin menjadi orang yang bijaksana, maka didiklah anaknya dengan mengikuti pedoman orang tua terdahulu yakni dengan penuh ketegasan. Wallahu a'lam.
Salatiga, 27 Juni 2020

Komentar
Posting Komentar