Sejak masih kecil, setiap menjelang waktu Magrib,
saya sering dinasehati orang tua agar tidak pergi ke luar rumah. “Rasah dolan, ono sengkolo (tidak usah
bermain, ada musibah),” ungkap orang tua. Hal yang seperti itu, oleh karena
saya tinggal di desa, juga banyak dilakukan oleh kawan-kawan sebaya di kampung halaman.
Maksud orang tua sebenarnya sangat bagus, yakni agar
tidak bermain ke luar rumah. Tradisi di desa pada umumnya ketika Magrib
anak-anak mengunjungi musholla terdekat bersama orang tuanya. Selesai menjalankan
sholat, orang tua biasanya pulang ke rumah. Sedangkan anak-anak biasanya
mengaji al-Qur’an sampai menjelang waktu Isya’.
Ketika mencermati kecelakaan di pinggir jalan raya
menjelang waktu Magrib, saya jadi teringat nasehat orang tua, oh apakah ini
yang dimaksud orang tua terdahulu? Meskipun yang namanya musibah kecelakaan
adalah sesuatu yang tidak diinginkan, tetap saja di jalan raya sering melihat
atau mendengarkan kabar mengenai adanya kecelakaan.
Logika sederhananya sangat masuk akal, jumlah sepeda
motor semakin tahun semakin banyak. Saya sering melihat anak setingkat SD dan
SMP naik sepeda motor secara ugal-ugalan, meskipun hal yang seperti itu adalah
dilarang oleh pemerintah.
Mengapa menjelang Magrib cukup banyak terjadi
kecelakaan di pinggir jalan raya? Konon, waktu menjelang Magrib merupakan waktu
yang sangat berdekatan antara alam manusia dan alam gaib.
Sebenarnya bukan hanya waktu menjelang Magrib saja. Setiap
waktu kita harus berhati-hati dalam mengendarai sepeda motor. Akan tetapi,
sebagaimana pesan orang tua, ketika menjelang waktu Magrib usahakanlah harus
lebih ekstra berhati-hati! Salam.
Komentar
Posting Komentar