Assholaatu khairun mina al-naum! Begitulah sepenggal suara adzan
Subuh. Datanglah seorang ibu ke masjid Khoirul ‘Ibad untuk melaksanakan sholat berjamaah.
Selepas sholat, biasanya dilanjutkan dengan mengajar ngaji anak-anak kecil di
lingkungannya.
Ialah Bu fatmi. Seorang wanita yang berprofesi
sebagai Guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Salatiga ini, sangat aktif
dalam kegiatan sosial-kemasyarakatan. Beliau juga sangat aktif dalam
memakmurkan masjid. Salah satunya adalah beliau sangat aktif melaksanakan
sholat berjamaah di dalam masjid; utamanya waktu Maghrib, Isya’ dan Subuh. Sementara
untuk waktu Dhuhur dan Asar beliau masih di tempat kerjanya.
Seorang Guru yang sudah mau pensiun ini ternyata
mempunyai trik jitu, bagaimana caranya supaya anak-anak kecil di sekitarnya
sangat bersemangat untuk mengaji. Beliau rela berbagi kepada anak-anak kecil
ketika mengajar ngaji.
“Setiap mengajar ngaji, beliau rela memberikan uang
Rp. 5.000,- kepada anak didiknya,” ungkap tetangganya.
Sebagaimana diketahui, anak kecil di daerah tersebut
sangat sulit ketika diajak atau disuruh untuk mengaji ilmu keagamaan Islam. Dengan
cara membagikan uang setiap selesai mengaji, ternyata anak-anak kecil di kampung itu sangat tertarik untuk mengikutinya.
Dari kisah inspiratif tersebut akhirnya dapat diambil
kesimpulan, bahwa dalam berjuang menyebarkan ilmu agama Islam kadang harus rela
berjuang. Setelah berjuang waktu, tenaga dan pikiran, adakalanya juga harus
rela berkorban uang.
Semoga amal kebaikan Bu Fatmi mendapatkan ganti dari
Tuhan menjadi yang lebih banyak dan berkah. Salam.
Salatiga, 10 Januari 2020
Komentar
Posting Komentar