Beberapa waktu yang lalu, saya ditanya oleh
seseorang. Ia bertanya: Bagaimana agar tubuh selalu dalam keadaan sehat? Ia bercerita,
bahwa tetangganya banyak yang sakit oleh karena faktor makanan. Di sisi lain,
ia juga melihat tetangganya yang sudah tua namun masih selalu sehat.
Pertanyaan tersebut kemudian saya jawab. Saya menjawabnya
dengan singkat. "Asalkan tidak mempunyai penyakit SMS kepada tetangga, maka
tubuh kita kemungkinan besar akan selalu dalam keadaan lebih sehat". Sekali lagi,
selalu lebih sehat. Kata "lebih sehat" sengaja saya ulangi, karena efek atau
dampak yang disebabkan oleh hati manusia.
Mendengar apa yang saya sampaikan, ia kemudian
bertanya, apa itu penyakit SMS? Saya pun menjawabnya, bahwa penyakit SMS adalah
penyakit yang Senang Melihat orang lain Susah dan Susah hatinya
ketika Melihat orang lain Senang atau mendapatkan kebahagiaan.
Ia pun kemudian merenung sejenak, memikirkan apa
yang saya sampaikan. Saya pun kembali melanjutkan perkataan. "Agar selalu sehat,
seharusnya dibalik. Kita seharusnya Senang
ketika Melihat tetangga Senang, dan kita hatinya harus Susah ketika Melihat tetangga kita sedang Susah
atau mendapatkan musibah."
Apa yang saya ucapkan kelihatannya sederhana, namun
dalam implementasinya di lapangan, ternyata juga cukup sulit untuk
melakukannya. Melihat tetangganya mempunyai sepeda motor baru, misalnya, kadang mengabarkan yang tidak semestinya dikabarkan. Misalnya mengabarkan atau
menggosip kepada tetangga lainnya bahwa sepeda motor miliknya adalah hutang, milik
keluarganya, dan lain sebagainya.
Umpama kita melihat tetangga yang mempunyai sepeda
motor baru, seharusnya kita mengucapkan alhamdulillah.
Kita harus bersyukur, siapa tahu kita mau pergi dan tidak mempunyai uang, kita
dapat menyewa atau meminjamnya. Jangan malah mengabarkan yang tidak semestinya
disebarluaskan kepada para tetangga!
Membicarakan masalah penyakit hati ternyata cukup
sulit dideteksi. Dalamnya lautan samudera bisa diukur dengan cara menyelam. Dalamnya
hati manusia, tentunya lebih sulit untuk mengukurnya. Orang yang hatinya tidak
sehat disebut sakit. Namun anehnya, orang yang mengidap penyakit tersebut kadang
tidak mengerti bahwa dirinya sedang mengidap penyakit hati.
Beberapa macam penyakit, menurut sebagian dokter disebabkan oleh karena pikiran. Pikiran tersebut berasal dari apa yang
ada di dalam hati manusia. Manakala hatinya sehat, kemungkinan besar pikirannya
juga sehat. Begitu pula sebaliknya, manakala hatinya tidak atau kurang sehat,
maka pikirannya juga akan kurang sehat. Dari pikiran yang tidak sehat inilah yang bisa
menyebabkan berbagai macam penyakit yang ada di dalam tubuh manusia.
Apa yang saya ucapkan, tidak semuanya benar. Namun perlu
diingat, harus dipraktekkan terlebih dahulu. Jika itu dipraktekkan, kemungkinan
besar akan membuat tubuh menjadi sehat dan selalu dalam keadaan lebih sehat. Wallahu
a’lam.
Salatiga, 20 Januari 2019

Komentar
Posting Komentar