Dulu—saya ingat betul apa yang disampaikan orang
tuaku ketika masih kecil. Ungkapan ini sebenarnya adalah ungkapan dalam bahasa
Jawa, namun memiliki makna yang sangat dalam.
Apa yang disampaikan orang tua—jika itu bagus—maka sangatlah baik jika masih tetap dijaga. Menjaga dan merawatnya tradisi atau pesan dari orang tua sesungguhnya perbuatan yang teramat mulia. Pesan yang disampaikan adalah sebagai bukti sejarah bahwa orang tua kita juga dari dahulunya sudah mengajarkan untuk mencintai dan mengamalkan budaya simbah-simbah terdahulu atau orang-orang tua sebelumnya.
Apa yang disampaikan orang tua—jika itu bagus—maka sangatlah baik jika masih tetap dijaga. Menjaga dan merawatnya tradisi atau pesan dari orang tua sesungguhnya perbuatan yang teramat mulia. Pesan yang disampaikan adalah sebagai bukti sejarah bahwa orang tua kita juga dari dahulunya sudah mengajarkan untuk mencintai dan mengamalkan budaya simbah-simbah terdahulu atau orang-orang tua sebelumnya.
Lebar berarti selesai. Maksudnya adalah selesai dalam
menjalankan puasa bulan Ramadhan. Harapannya adalah selesai ibadah pada bulan
Ramadhan, akan tetapi perilaku ibadah kita dalam kehidupan sehari-hari tidak
menurun. Biasanya pada bulan Ramadhan semangat untuk membaca al-Qur’an, maka
ketika masuk bulan Syawal dan seterusnya seharusnya ibadah kita dalam membaca
al-Qur’an tidak boleh kendor.
Kalau bisa, semangat kita tentu haruslah lebih menggebu dalam membaca kitab suci al-Qur’an. Ketika bulan Ramadhan biasanya melakukan sholat sunah Tarawih, maka pada bulan Syawal dan seterusnya ini dapat diganti dengan ibadah sholat-sholat sunah malam lainnya.
Kalau bisa, semangat kita tentu haruslah lebih menggebu dalam membaca kitab suci al-Qur’an. Ketika bulan Ramadhan biasanya melakukan sholat sunah Tarawih, maka pada bulan Syawal dan seterusnya ini dapat diganti dengan ibadah sholat-sholat sunah malam lainnya.
Lebur berarti hilang. Maksudnya hilanglah semua dosa
antara dosa manusia dengan manusia jika sudah saling bermaafan. Oleh sebab itu,
tradisi halal bihalal yang ada di negara Indonesia ini sesungguhnya sangat
bagus untuk dirawatnya.
Orang Arab Saudi pun sangat bingung dengan negara Indonesia. Mengapa? Karena di negara Arab Saudi tidak ada acara halal bihalal. Oleh sebab itu, pada bulan Syawal ini, manusia dianjurkan untuk saling bersilaturrahim, saling bermaaf-maafan. Biar apa? Biar dosa-dosanya diampuni oleh-Nya.
Dosa manusia kepada Tuhan lebih mudah untuk menghapusnya. Dengan cara meminta maaf dan melakukan taubat kepada-Nya maka sudah hilang atau diampuni oleh-Nya. Dosa manusia kepada manusia lebih sulit untuk menghapusnya. Cara menghapusnya adalah dengan saling bermaaf-maafan.
Orang Arab Saudi pun sangat bingung dengan negara Indonesia. Mengapa? Karena di negara Arab Saudi tidak ada acara halal bihalal. Oleh sebab itu, pada bulan Syawal ini, manusia dianjurkan untuk saling bersilaturrahim, saling bermaaf-maafan. Biar apa? Biar dosa-dosanya diampuni oleh-Nya.
Dosa manusia kepada Tuhan lebih mudah untuk menghapusnya. Dengan cara meminta maaf dan melakukan taubat kepada-Nya maka sudah hilang atau diampuni oleh-Nya. Dosa manusia kepada manusia lebih sulit untuk menghapusnya. Cara menghapusnya adalah dengan saling bermaaf-maafan.
Oleh sebab itu, di bulan yang penuh dengan ‘peningkatan’
ini, hendaknya manusia saling memaafkan. Yang mungkin biasanya berat untuk
memaafkan kesalahan orang lain kepada kita, maka maafkanlah kesalahan-kesalahan
mereka.
Jika perlu, manusia itu harus seperti matahari, meskipun memberikan kebaikan namun matahari tidak pernah mengungkit atau membahasnya. Lebih dari itu, matahari tidak pernah meminta balasan atau imbalan dari manusia. Jika seumpama matahari mau mengungkit kebaikannya, maka berapa juta manusia harus membayar jasa yang sudah mengeringkan pakaian manusia. Semuanya dibuat kering. Tidak membeda-bedakan mana yang miskin dan mana yang kaya. Mana yang anaknya orang pejabat dan mana yang anaknya orang mlarat dan lain sebagainya.
Jika perlu, manusia itu harus seperti matahari, meskipun memberikan kebaikan namun matahari tidak pernah mengungkit atau membahasnya. Lebih dari itu, matahari tidak pernah meminta balasan atau imbalan dari manusia. Jika seumpama matahari mau mengungkit kebaikannya, maka berapa juta manusia harus membayar jasa yang sudah mengeringkan pakaian manusia. Semuanya dibuat kering. Tidak membeda-bedakan mana yang miskin dan mana yang kaya. Mana yang anaknya orang pejabat dan mana yang anaknya orang mlarat dan lain sebagainya.
Luber artinya berlebihan. Maksudnya, manusia harus
berlomba-lomba untuk memberikan makanan kepada tetangga sebelah.
Alhamdulillah, di Jawa ada tradisi yang namanya munjung. Munjung di sini artinya antar-sesama tetangga saling
memberi. Yang ini memberikan sayuran misalnya, kemudian ketika pulang dibalas
dengan diberikan gula pasir. Ada yang memberikan jenang kepada tetangga dan
ketika pulang dibawakan krupuk. Ada yang memberikan lontong opor, ketupat dan
masih banyak lagi makanan yang lainnya.
Pada intinya di bulan penuh peningkatan
ini harapannya kualitas saling berbagi kepada sesama tetangga tidak menurun.
Ada sebuah ungkapan Jawa yang lebih dalam lagi yaitu pager sak mangkok luweh kuat tinimbang pager sak tembok yang
artinya benteng atau pagar satu mangkok piring makanan itu lebih kuat dari pada
benteng pagar tembok yang tinggi.
Labur adalah cat. Biasanya ketika Idul Fitri rumah-rumah
warga dicat atau dibersihkan. Selain kelihatan supaya lebih bersih tentunya
dilihat mata pun lebih enak. Ini bermakna bahwa yang dibersihkan bukan hanya
rumahnya saja melainkan hatinya manusia.
Rumah manusia bagaikan tubuh sedangkan isinya rumah bagaikan ruh. Rumah dan isinya tentu harus dibersihkan. Begitu juga fisik dan ruhnya manusia. Cara untuk membersihkan fisik manusia dengan mandi. Cara untuk membersihkan spiritualitas atau ruhaniah manusia yaitu dengan memperbanyak meningkatkan ibadah kepada Tuhan.
Selain itu, faktor yang paling pertama dan utama adalah menjaga hati. Menjaga hati dari sifat iri melihat kebahagiaannya tetangga. Panas hatinya melihat tetangganya memperoleh kelarisan dalam berdagang dan lain sebagainya.
Rumah manusia bagaikan tubuh sedangkan isinya rumah bagaikan ruh. Rumah dan isinya tentu harus dibersihkan. Begitu juga fisik dan ruhnya manusia. Cara untuk membersihkan fisik manusia dengan mandi. Cara untuk membersihkan spiritualitas atau ruhaniah manusia yaitu dengan memperbanyak meningkatkan ibadah kepada Tuhan.
Selain itu, faktor yang paling pertama dan utama adalah menjaga hati. Menjaga hati dari sifat iri melihat kebahagiaannya tetangga. Panas hatinya melihat tetangganya memperoleh kelarisan dalam berdagang dan lain sebagainya.
Di bulan Idul Fitri ini marilah kita selalu
mengamalkan apa yang disampaikan oleh orang tua kita terdahulu. Lebar, Lebur,
Luber dan Labur adalah sebuah ungkapan yang tentu mengajak kepada manusia untuk
selalu mengamalkan kebaikan antar-sesama manusia. Selain itu di dalamnya ada
perintah untuk menjaga tradisi yang ada.
Menjaga tradisi yang ada di dalam masyarakat—selama tidak menyimpang dari ajaran agama—sudah barang tentu sama dengan mencintai tanah airnya sendiri, Indonesia. Sedangkan mencintai tanah air itu sendiri adalah sebagian dari iman. Wallahu a’lam.
Menjaga tradisi yang ada di dalam masyarakat—selama tidak menyimpang dari ajaran agama—sudah barang tentu sama dengan mencintai tanah airnya sendiri, Indonesia. Sedangkan mencintai tanah air itu sendiri adalah sebagian dari iman. Wallahu a’lam.
Bandar-Batang, Juni 2018.
Komentar
Posting Komentar