Langsung ke konten utama

Postingan

Diskriminasi Dalam Sekolah

Kemarin saya melihat brosur sekolah TK. Melihat isinya sebenarnya sangat bagus. Ada ngaji pagi, program hafalan juz 30, doa pendek dan lain sebagainya. Intinya, program itu sangat bagus untuk mengasah kemampuan otak anak kecil.  Namun, disitu saya melihat ada kejanggalan yang sebenarnya kurang bagus yaitu program biasa dan unggulan. Yang biasa pakaiannya lebih murah. Sementara yang program unggulan pakaiannya lebih bagus, harganya lebih mahal serta pulangnya sampai siang hari selepas dzuhur. Apakah program ini bisa dikatakan efektif?  Poin pertama yang saya tangkap adalah pakaiannya yang biasa. Antara program biasa dan unggulan pakaiannya berbeda. Ini jelas kurang bagus bagi pemikiran siswa di sekolah. Bisa jadi, hal sekecil ini menyebabkan kecemburuan sosial. Praktik semacam ini secara tidak langsung bisa menyebabkan persepsi yang kurang bagus bagi wali atau orang tua siswa.  Sekolah hendaknya tidak boleh membedakan pakaian siswanya. Antara yang biasa dan unggulan seharu...

Puskesmas Sabtu Kok Buka?

Kantor pemerintah zaman sekarang banyak yang menyelenggarakan program lima hari kerja. Dari Senin hingga Jum'at para pegawai pun siap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Hal yang seperti itu semakin lama semakin diikuti oleh banyak kantor.  Dulu, yang namanya SD dan SMP sekolah sampai hari Sabtu. Minggu libur di rumah. Namun sekarang ternyata juga lima hari sekolah. Banyak pedagang yang mengeluh atas semua ini. Mau tidak mau para pedagang harus menerimanya.  Tetapi kalau saya melihat Puskesmas, ternyata masih tetap buka sampai hari Sabtu. Melayani masyarakat masih tetap dilakukan selama enam hari kerja. Mungkin saja sebenarnya bagus kalau dilihat dari sisi kemanusiaan. Namun kalau melihat kantor pemerintah yang lain apakah pegawai Puskesmas tidak merasa iri atau cemburu?  Program lima hari kerja bagi saya sebenarnya kurang efektif. Bahkan kalau mau melihat ke dalam, sebenarnya bukan lima tetapi empat setengah hari kerja. Saya katakan demikian karena yang hari Jum'at...

Istilah Begal Payudara

Belakangan ini yang namanya "begal payudara" semakin semarak. Kalau melihat medsos, maka yang namanya kejadian itu sudah tidak asing lagi. Di berbagai daerah banyak terjadi kisah tersebut, hingga akhirnya viral.  Banyak orang yang sebenarnya iseng semata. Mereka mungkin sebenarnya hanya ingin bercanda saja, hanya saja kadang tidak berpikir jauh. Di berbagai daerah banyak terpasang kamera cctv. Ketika mereka berbuat yang tidak senonoh, maka jelas akan terekam kamera tersebut.  Ada juga yang mungkin penyakit. Mereka yang mempunyai penyakit tersebut mungkin akan merasa ada yang kurang tatkala tidak melakukan perbuatan itu. Jadi, mereka melakukan perbuatan yang tidak senonoh itu ibaratnya sebagai obat. Karena obat, maka mau tidak mau harus dijalankan.  Tetapi, istilah "begal payudara" bagi saya itu terlalu dilebih-lebihkan. Begal yang saya tahu itu seperti perampok, yang mana ada korban dan kehilangan barang karena dicuri dengan paksa yaitu dengan cara direbut. Kalau k...

Fenomena Hijab

Sejak saya masih kecil, yang namanya orang memakai kerudung (hijab) itu masih minim. Di sekolahan misalnya, tidak ada guru wanita yang memakai kerudung. Umpama dalam satu sekolahan itu ada guru yang memakai kerudung, maka bisa dipastikan bisa dihitung dengan jari.  Begitu pula dengan kantor-kantor pemerintahan yang lainnya. Orang berkerudung itu boleh dikatakan masih asing. Sebagian besar orang tidak mengenakan kerudung saat bekerja. Justru akan merasa aneh tatkala orang memakai kerudung saat bekerja karena saat itu masih belum lazim.  Seiring berkembangnya zaman, ternyata berputar seratus delapan puluh derajat. Orang memakai kerudung merupakan mode. Siapa yang tidak memakai kerudung justru dianggap agak aneh. Kerudung merupakan model pakaian masa kini.  Di sekolahan banyak guru yang memakai kerudung, meskipun itu sekolah milik pemerintah dan bukan yayasan keislaman. Di kantor pemerintahan juga sama. Kalau melihat kantor kepolisian, di situ juga ada Polwan yang memakai ke...

Speech Delay

Istilah speech delay  sebenarnya sudah lama. Namun, saya pribadi mengenalnya belum lama. Saya mengenalnya karena bertemu dengan dokter puskesmas. Dokter tersebut bercerita panjang mengenai speech delay lantaran anaknya juga mengalami penyakit tersebut.  Ketika saya tanya apa penyebabnya, dokter tersebut mengatakan karena terlalu banyak bermain HP android. Dokter tersebut akhirnya menyesal. Namun, apalah daya karena ibarat nasi sudah terlanjur menjadi bubur.  Saya mengamati bahwa penyakit ini semakin lama semakin banyak menjangkit anak kecil. Semakin tahun selalu saja bertambah jumlahnya. Ketika melihat lingkungan sekitar, maka rasanya tidak asing melihat anak kecil yang seharusnya mahir berbicara namun yang terjadi malah sebaliknya yaitu bicara sepatah atau dua patah kata.  Logika sederhananya, misalnya, banyak anak kecil yang dititipkan kepada simbahnya. Kedua orang tuanya sibuk bekerja. Agar anak tidak nangis, maka dibelikan HP android oleh orang tuanya. Kedua ora...