Dulu, di zaman Partai Demokrat masih berkuasa, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) selalu menjagalnya. Masalah kenaikan harga BBM selalu yang menjadi perhatian publik.
Warga masyarakat Indonesia pun tentunya banyak yang tahu. Setiap akan terjadi kenaikan harga BBM, partai bermoncong putih tersebut selalu berada di depan untuk melakukan demonstrasi. Mereka mengerahkan anggotanya untuk menolak menaikkan harga BBM.
Zaman ternyata telah berganti. Ketika saat ini PDI-P berkuasa, ternyata juga masalah BBM tak kunjung usai. Hanya saja, kali ini ternyata lebih "cerdas". Setiap mau menaikkan harga BBM para anggota dewan tidak diajak berunding dahulu. Tiba-tiba setelah pukul dua belas malam harga sudah berubah.
Begitu pula masalah premium. Di lapangan sudah tidak ada premium, namun di dalam berita pemerintah mempunyai wacana menghilangkan premium dan pertalite. Mau menghilangkan premium, namun ternyata sudah sekitar setahun premium hilang peredarannya di dalam masyarakat.
Memang lebih cerdas. Menaikkan harga BBM hanya tingkat ratusan rupiah, namun ternyata warga masyarakat tidak ada yang protes. Umpama ada yang protes, paling hanya dapat diungkapkan oleh hati. Di jalan raya juga tidak ada yang demo.
Begitulah keunggulan partai penguasa. Mengapa zaman sekarang jarang terjadi demonstrasi? Karena yang senang menggerakkan demonstrasi itu dari PDI-P itu sendiri. Akankah tahun 2024 masih sepi demonstrasi seperti saat ini? Waktulah nanti yang akan menjawabnya. Salam.
Salatiga, 19 Januari 2022
Komentar
Posting Komentar