![]() |
| image : kepek-wonosari.desa.id |
Dalam berkomunikasi kepada anak dan istri, saya lebih senang berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa. Begitu pula dengan para tetangga. Sebagian besar tetangga saya kalau berbicara menggunakan bahasa Indonesia.
Mungkin boleh dikatakan kalau saya ini orang aneh. Biarlah, meskipun aneh, namun saya lebih menghargai bahasa lokal. Bahasa Indonesia hanyalah bahasa nasional yang berfungsi untuk komunikasi sesama warga negara se-Nusantara. Sedangkan bahasa Jawa adalah komunikasi antar sesama warga Jawa itu sendiri.
Bahasa Jawa bagi saya itu cukup unik. Ia seperti mengandung mistik. Anak yang sejak kecil diajari bahasa Jawa (krama), maka di kemudian hari biasanya akan patuh terhadap orang tuanya maupun kepada orang lain. Mengapa? Dalam bahasa Jawa ada unggah-ungguh, yang itu tidak dimiliki oleh setiap bahasa yang ada di dunia. Karena unggah-ungguh itulah, maka seorang anak juga akan mengerti tata krama.
Bahasa Jawa itu juga unik. Uniknya, sekalipun diajarkan kepada anak maka anak tidak akan sekali paham. Butuh praktik dalam kehidupan sehari-hari. Umpama itu mampu dilakukan, kelak ia akan menjadi "manusia istimewa". Dikatakan istimewa karena ia zaman sekarang cukup sulit ditemui di lapangan.
Lain halnya dengan bahasa Indonesia. Sekalipun anak tidak diajari orang tuanya, maka anak akan tahu dengan sendirinya melalui perantara sekolah. Bisa juga melalui perantara televisi, radio dan YouTube.
Wahai orang Jawa, ajarilah anak kita dengan menggunakan bahasa Jawa! Ajarkan mereka dengan bahasa yang mempunyai sopan santun. Mungkin saja dianggap aneh oleh sebagian orang, namun suatu saat malah akan menjadi "manusia emas" karena mampu menjaga tradisi lokal. Salam.
Salatiga, 2 Januari 2021

Komentar
Posting Komentar