Umat Islam dalam sehari-semalam minimal paling tidak
akan mendengarkan lima kali suara adzan, mulai dari Dzuhur, Ashar, Magrib,
Isya’, dan terakhir Shubuh. Di berbagai tempat terkadang ada yang adzan enam
kali yaitu satu kali ketika jam tiga malam sebagai panggilan untuk membangunkan
sholat malam, utamanya yang berada di tengah kota. Untuk yang berada di desa
biasanya masih utuh yaitu lima kali adzan.
Sambung menyambung dan saling bergantian. Begitulah
suara adzan. Masjid yang satu selesai adzan, kemudian dilanjutkan oleh masjid
atau musholla-musholla lainnya. Menurut beberapa catatan, waktu setelah adzan
sangat baik jika digunakan untuk berdoa. Ketika belum iqomah, maka berdoalah,
karena itu merupakan salah satu doa yang lebih cepat diijabahi oleh-Nya.
Setelah saya merenung, paling tidak kalimat adzan
tersebut mengandung makna bahwa di dalamnya akan mengantarkan manusia untuk
menuju kemenangan atau kebahagiaan. Paling tidak ada empat poin di
mana, siapa yang mau melaksanakannya dengan sungguh-sungguh, maka akan
mengantarkan menjadi manusia yang sukses.
Pertama, Allahu
Akbar. Bagi saya, ini bermakna bahwa manusia
harus senantiasa untuk memuji Allah. Dimana pun tempatnya, jangan lupa untuk
selalu mengingat dan menyebut nama Allah. Saat sedang berdiri, duduk maupun
berbaring, jangan lupa untuk selalu menyebut asma Allah. Misalnya membaca
kalimat tasbih, tahmid dan tahlil. Orang Jawa mengatakan harus selalu eling lan waspada.
Kedua, Asyhadu
an Laailaaha illaa Allah. Bagi saya, ini bermakna bahwa manusia tidak boleh
menyekutukan Allah. Dia-lah yang memberi rezeki kepada manusia dan kepada semua
makhluk yang ada di muka bumi. Manusia yang seharian bekerja, kemudian
mendapatkan uang, secara akal memang usaha manusia. Namun jika dipikir secara mendalam, sesungguhnya adalah bukan jerih payah manusia. Sesungguhnya
adalah rahmat-Nya. Salah besar jika orang mengatakan adalah hasil karya dan
jerih payahnya sendiri. Jika mengaku hasil jerih payahnya sendiri, mulai dari
sekarang mindset-nya harus segera
diubah.
Ketiga, Asyhadu
anna Muhammadan Rasulullah. Bagi saya, ini bermakna bahwa manusia harus selalu
memperbanyak membaca sholawat. Dimana pun tempatnya, jangan lupa untuk selalu
membaca sholawat. Allah sendiri juga membaca sholawat kepada nabi Muhammad.
Siapa yang berdoa, jangan lupa untuk selalu menyelipkan sholawat di dalamnya.
Sebagian ulama sudah sepakat bahwa doa tanpa sholawat maka tidak akan (agak sulit) dikabulkan oleh-Nya.
Keempat, Hayya
‘ala al-Sholaah. Bagi saya, ini bermakna bahwa siapa yang ingin sukses (Muslim), tentu
harus melalui perantaraan sholat. Sholat yang wajib dilaksanakan, yang sunnah
juga jangan ditinggalkan. Jadikanlah sholat dan juga sabar sebagai penolong
hidup manusia. Setelah melakukan sholat sunnah malam, kemudian berdoa kepada
Tuhan atas apa yang diinginkan. Tentu, harus diimbangi dengan sifat sabar.
Terakhir, bunyinya adalah Hayya ‘ala al-Falaah, yang berarti kemenangan. Siapa yang dapat
melaksankan empat poin di atas yaitu mulai dari memuji Allah, tidak
menyekutukan Allah, memperbanyak membaca sholawat nabi dan memperbanyak sholat,
maka orang-orang yang seperti ini yang akan meraih kemenangan atau kebahagiaan.
Selamat mencoba! Wallahu a’lam.
Salatiga, 6 September 2018

Komentar
Posting Komentar